Tesis
Unsur transendensi dalam novel aisyah: wanita yang hadir dalam mimpi rasulullah dan novel hajar: rahasia hati sang ratu zam-zam karya sibel eraslan / Alfin Ari Indria Kusuma Wardani
Abstrak
RINGKASAN Alfin Ari Indria Kusuma Wardani. 2019. Unsur Transedensi dalam Novel Aisyah Wanita yang Hadir dalam Mimpi Rasulullah dan novel Hajar Rahasia Hati Sang Ratu Zam-zam Karya Sibel Eraslan. Tesis Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Djoko Saryono M.Pd. dan (II) Dr. Roekhan M.Pd. Kata Kunci transendensi novel etos keabdian hablum min-Allah hablum Minal-aans dan faktisitas. Penelitian Unsur Transedensi dalam Novel dalam Novel Aisyah Wanita yang Hadir dalam Mimpi Rasulullah dan novel Hajar Rahasia Hati Sang Ratu Zam-zam Karya Sibel Eraslan ini didasarkan fakta bahwa karya sastra mencerminkan hubungan yang transenden antara manusia dengan Tuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur transendensi dalam novel. Terdapat dua fokus penelitian yaitu (1) etos keabdian berbentuk keseimbangan antara hablum min-Allah dan hablum min-annas dan (2) etos keabdian terhadap kehendak dan faktisitas Tuhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif dipilih karena data dan hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah data verbal yang berupa deskripsi tentang unsur transendensi dalam teks sastra. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah hermeneutika. Data penelitian ini berupa data ideografis yakni data-data verbal yang berwujud narasi dialog monolog ungkapan kias yang mengandung unsur transendensi. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Aisyah Wanita yang Hadir dalam Mimpi Rasulullah dan novel Hajar Rahasia Hati Sang Ratu Zam-zam karya Eraslan. Peneliti berperan sebagai instrumen kunci dalam penelitian ini. Analisis data dalam penelitian ini didasarkan pada teori Miles and Huberman (1992 20) dengan menggunakan model analisis interaktif-dialektis. pengecekan keabsahan data dilakukan dengan uji kredibilitas yaitu ketekunan membaca dan diskusi dengan dosen pembimbing dan teman sejawat. Hasil penelitian ini berupa etos keabdian berbentuk keseimbangan antara hablum min-Allah dan hablum min-annas dan etos keabdian terhadap kehendak dan faktisitas Tuhan. Pertama etos keabdian berbentuk keseimbangan antara hablum min-Allah dan hablum min-annas mencakup subfokus yakni dimensi interpersonal perilaku akhlaki dan dimensi transpersonal perilaku akhlaki. Dimensi interpersonal perilaku akhlaki meliputi (1) kepedulian sosial sebagai bentuk keabdian kepada Allah (2) tanggung jawab menjalankan amanah sebagai bentuk keabdian kepada Allah (3) terciptanya ketentraman sebagai bentuk keabdian kepada Allah (4) persahabatan sebagai bentuk keabdian kepada Allah (5) saling memaafkan sebagai bentuk keabdian kepada Allah dan (6) kepatuhan istri kepada suami sebagai bentuk keabdian kepada Allah. Selanjutnya dimensi transpersonal perilaku akhlaki meliputi (1) takwa sebagai bentuk keabdian kepada Allah (2) berserah diri sebagai bentuk keabdian kepada Allah (3) ikhlas sebagai bentuk keabdian kepada Allah (4) sabar sebagai bentuk keabdian kepada Allah dan (5) rasa syukur sebagai bentuk keabdian kepada Allah. Etos keabdian berbentuk keseimbangan antara halum min-Allah dan hablum min-annas lebih didominasi sub fokus kepedulian sosial sebagai bentuk keabdian kepada Allah dan sub fokus ketakwaan sebagai bentuk keabdian kepada Allah. Keseimbangan antara halum min-Allah dan hablum min-annas terwujud dalam bentuk relasi aktivitas horisontal yang dibangun atas dasar ketakwaan kepada Tuhan. Perilaku akhlaki merupakan faktor determinan keseimbangan antara halum min-Allah dan hablum min-annas sehingga terbentuk relasi yang transenden antara manusia dengan Tuhan. Kedua etos keabdian terhadap kehendak dan faktisitas Tuhan terdapat tiga subfokus yang meliputi (1) etos keabdian berbentuk faktisitas kematian (2) etos keabdian berbentuk faktisitas kelahiran (3) etos keabdian berbentuk faktisitas takdir. Etos keabdian menjadi faktor determinan berupa penerimaan atau penolakan atas faktisitas yang telah Tuhan tentukan bagi kehidupan. Etos keabdian dalam novel ditunjukkan dengan sikap menerima dengan lapang dada atas apapun yang telah Tuhan gariskan. Penerimaan manusia atas faktisitas tersebut menjadi penentu ketaatan manusia kepada Tuhan. Pada hasil penelitian dapat disampaikan saran sebagai berikut. Pertama penelitian ini dapat dijadikan bahan rujukan dalam penelitian selanjutnya. Kedua penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar dalam pembelajaran sastra serta dapat dimanfaatkan dalam penanaman pendidikan karakter yang baik bagi siswa. Ketiga penelitian ini dapat dijadikan sebagai transformasi nilai-nilai karakter yang baik bagi pembaca.