Skripsi
Perbedaan kreativitas dan minat belajar PDE akibat pengaruh penerapan model pembelajaran probing prompting dibandingkan model pembelajaran (LAPS)-Heuristic berbantuan media autoplay pada siswa kelas X TPTL SMK PGRI 3 Malang / Achmad Fahmi Hidayat
Abstrak
ABSTRAK Fahmi Hidayat Achmad. 2019. Perbedaan Kreativitas Dan Minat Belajar PDE Akibat Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Probing Prompting Dibandingkan Model Pembelajaran (Laps)-Heuristic Berbantuan Media Autoplay Pada Siswa Kelas X TPTL SMK PGRI 3 Malang. Skripsi. S1 Pendidikan Teknik Elektro. Jurusan Teknik Elektro. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Yuni Rahmawati S.T. M.T. (2) Drs. Hari Putranto M.Pd. Kata Kunci Kreativitas Belajar Minat Belajar Model pembelajaran Probing Promting Logan Avenue Problem Solving (LAPS)-Heuristic Media AutoPlay Pekerjaan Dasar Elektromekanik SMK PGRI 3 Malang. Model pembelajaran merupakan prosedur sistematis yang digunakan oleh seorang guru untuk melakukan kegiatan pembelajaran di kelas. Strategi model pembelajaran yang tepat dalam kegiatan pembelajaran akan menunjang keberhasilan siswa dalam belajar. Melalui model pembelajaran Probing Promting dan LAPS-Heuristic berbantuan Media AutoPlay ini diharapkan dapat meningkatkan kreativitas dan minat belajar siswa terutama pada Mata Pelajaran Pekerjaan Dasar Elektromekanik siswa TPTL di SMK PGRI 3 Malang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan quasi eksperimental design (eksperimen semu) dengan pola Nonequivalent Control Group Design. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas PBA berjumlah 34 siswa diberi perlakukan model Probing Promting berbantuan Media AutoPlay dan kelas X PBC berjumlah 34 siswa diberi perlakukan LAPS-Heuristic berbantuan Media AutoPlay. Hasil Uji-t pada penelitian ini menunjukkan bahwa pada uji hipotesis mengenai perbedaan kreativitas belajar memiliki nilai signifikansi 0 015 dan pada uji hipotesis mengenai perbedaan minat belajar memiliki nilai signifikansi 0 121. Uji hipotesis yang pertama memiliki nilai signifikansi lebih kecil dari 0 05 yang artinya bahwa terdapat perbedaan kreativitas belajar siswa pada kelas eksperimen 1 dan eksperimen 2 sedangkan uji hipotesis kedua memiliki nilai signifikansi lebih besar dari 0 05 yang artinya bahwa tidak terdapat perbedaan minat belajar siswa pada kelas eksperimen 1 dan eksperimen 2. Hasil penelitian juga dapat dilihat pada beberapa aspek berikut (1) nlai rata-rata kelas eksperimen 1 memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan kelas eksperimen 2 dan (2) pembelajaran kelas eksperimen 1 memiliki ketuntasan pembelajaran lebih tinggi dibandingkan kelas eksperimen 2. Kesimpulan dari penelitian adalah pembelajaran menggunakan model Probing Promting berbantuan Media AutoPlay berpengaruh lebih dalam meningkatkan kreativitas dan minat belajar siswa daripada dengan model LAPS-Heuristic berbantuan Media AutoPlay.