Skripsi
Pengembangan bahan ajar IPA terpadu model problem based learning pada kegiatan menganalisis terjadinya pencemaran lingkungan / Fatricia Parenden
Abstrak
RINGKASAN Parenden Fatricia. 2019. Pengembangan Bahan Ajar IPA Terpadu Model Problem Based Learning Pada Kegiatan Menganalisis Pencemaran Lingkungan. Skripsi Program Studi Pendidikan IPA Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Sugiyanto S.Pd. M.Si (2) Agung Mulyo Setiawan S.Pd. M.Si Kata Kunci Bahan Ajar IPA Terpadu Problem Based Learning Pencemaran Lingkungan IPA merupakan bidang kajian ilmu yang membahas tentang fenomena kehidupan atau gejala yang terjadi di alam. Banyak permasalahan terjadi dilingkungan kita yang memerlukan pemecahan masalah seperti pencemaran lingkungan. Salah satu model yang dapat mengasah kemampuan keterampilan pemecahan masalah oleh siswa adalah model problem based learning. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara di salah satu SMP di kota Malang pembelajaran IPA terkendala pada buku ajar yang diajarkan belum menampilkan model pembelajaran tertentu. Upaya untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan pengembangan bahan ajar dengan salah satu model yaitu model problem based learning. Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar IPA terpadu yang layak untuk model problem based learning pada kegiatan menganalisis pencemaran lingkungan. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan model 4-D yang teridiri dari 4 tahap yaitu tahap pendefinisian (define) tahap perancangan (design) tahap pengembangan (develop) dan tahap penyebarluasan (disseminate). Pengembangan bahan ajar ini hanya dilakukan sampai tahap ketiga saja yaitu tahap pengembangan (develop) karena terkendala waktu sehingga hasil pengembangan tidak sampai pada tahap penyebaluasan (disseminate). Bahan ajar yang dikembangkan berupa buku siswa dan buku guru. Bahan ajar ini dikembangkan melalui tahap validasi yang dilakukan oleh dosen ahli dan uji kepraktisan dilakukan oleh siswa dan guru. Data yang diperoleh berupa data kuantitatif dari perhitungan skor hasil validasi dan uji kepraktisan sedangkan data kualitatif diperoleh dari saran dan komentar yang diberikan. Bahan ajar yang dikembangkan terdiri dari buku siswa dan buku guru. Pada buku siswa antara lain (1) cover (2) kata pengantar (3) petunjuk penggunaan buku (4) daftar isi (5) peta konsep (6) LKS tiap tahapan problem based learning (7) ulasan materi (8) latihan soal (9) daftar pustaka dan(10) glosarium. Buku guru antara lain (1) cover (2) kata pengantar (3) daftar isi (4) petunjuk penggunaan buku (5) silabus (6) RPP (7) peta konsep (8) LKS tiap tahapan problem based learning beserta jawaban dan rubrik penilaian (9) ulasan materi (10) latihan soal beserta jawaban dan rubrik penilaian (12) daftar pustaka dan (13) glosarium. Bahan ajar buku siswa yang telah divalidasi mendapatkan persentase sebesar 91 41 %. Aspek yang dinilai meliputi kelayakan isi menyatakan sangat layak dengan persentase 90 91 % kelayakan desain menyatakan sangat layak dengan persentase 100 % dan kelayakan bahasa dinyatakan sangat layak dengan persentase 83 33 %. Buku guru mendapatkan persentase sebesar 92 93 %. Aspek yang dinilai meliputi kelayakan isi menyatakan sangat layak dengan persentase 95 45 % kelayakan desain menyatakan sangat layak dengan persentase 100 % dan kelayakan bahasa dinyatakan sangat layak dengan persentase 83 33 %.