Skripsi
Analisis faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian berat bayi lahir rendah (BBLR) di wilayah kerja Puskesmas di Kota Malang / Lailatul Firdaus
Abstrak
RINGKASAN Firdaus Lailatul. 2019. Analisis Faktor Risiko yang Berhubungan Dengan Kejadian Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) di Wilayah Kerja Puskesmas di Kota Malang. Skripsi. Jurusan Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Siti Nurrochmah M.Kes. (II) Lucky Radita Alma S.KM. M.PH. Kata Kunci BBLR komplikasi maternal usia kehamilan paritas usia ibu pertambahan berat badan ibu Angka kematian bayi di Indonesia pada tahun 2017 mencapai 29 4 per 1.000 kelahiran hidup. Angka ini lebih tinggi apabila dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya seperti Malaysia Thailand Brunei dan Vietnam (UNICEF 2018). Penyebab kematian bayi tertinggi adalah asfiksia BBLR dan tetanus. Di Jawa Timur kasus BBLR pada tahun 2017 mencapai 3 8% dari total seluruh kelahiran hidup. Kejadian BBLR di Kota Malang selalu mengalami peningkatan pada tahun 2016 kasus BBLR mencapai 537 kasus meningkat menjadi 564 kasus pada tahun 2017. Kasus kejadian BBLR terbanyak tahun 2017 terdapat di Puskesmas Kendalkerep Bareng dan Arjowinangun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara komplikasi maternal usia kehamilan paritas usia ibu dan pertambahan berat badan ibu dengan kejadian BBLR di wilayah kerja puskesmas di Kota Malang. Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan analitik observasional dengan menggunakan desain penelitian case control dengan perbandingan 1 2. Variabel terikat dalam penelitian ini yaitu kejadian BBLR dan variable bebas dalam penelitian ini yaitu komplikasi maternal usia kehamilan paritas usia ibu dan pertambahan berat badan ibu. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh bayi lahir hidup pada tahun 2018 di wilayah kerja Puskesmas Kendalkerep Arjowinangun dan Bareng Kota Malang dengan jumlah masing-masing sampel 31 bayi untuk kelompok kasus dan 62 bayi untuk kelompok kontrol. Sampel yang digunakan dipilih dengan teknik quota sampling. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data sekunder dari buku register kohort ibu dan buku KIA. Pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi dengan membuat lembar cek atau observasi. Analisis data dilakukan secara univariat dengan membuat table distribusi frekuensi dan bivariat dengan uji chi square. Penentuan besar risiko menggunakan nilai odd ratio (OR). Hasil analisis menunjukkan bahwa komplikasi maternal usia kehamilan paritas usia ibu dan pertambahan berat badan ibu merupakan factor risiko terjadinya BBLR dengan nilai chi square hitung table 0 05 sebesar 3 841. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara komplikasi maternal usia kehamilan paritas usia ibu dan pertambahan berat badan dengan kejadian BBLR di wilayah kerja puskesmas di Kota Malang. Peneliti memberikan saran kepada tenaga kesehatan dan kader yang memeriksa ibu hamil dan bersalin untuk dapat meningkatkan kelengkapan pencatatan pemeriksaan ibu secara rutin sehingga kondisi kesehatan ibu dapat terpantau dengan baik.