Skripsi
Hubungan antara aktivitas fisik, Indeks Massa Tubuh (IMT), dan lingkar perut dengan kejadian Diabetes Melitus (DM) tipe 2 di Puskesmas Dinoyo Malang / Yogi Imansary
Abstrak
RINGKASAN Imansary Yogi. 2019. Hubungan antara Aktivitas Fisik Indeks Massa Tubuh (IMT) dan Lingkar Perut dengan Kejadian Diabetes Melitus (DM) Tipe 2 di Puskesmas Dinoyo Malang. Skripsi Jurusan Kesehatan Masyarakat. Fakultas Ilmu Keolahragaan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. dr. Moch Yunus M.Kes. (2) drg. Rara Warih Gayatri M.PH. Kata Kunci Aktivitas Fisik IMT Lingkar Perut kejadian DM Indonesia merupakan negara urutan ke empat dengan prevalensi Diabetes Melitus (DM) tertinggi di dunia. Diabetes merupakan 10 besar penyakit terbesar di Indonesia dan prevalensi tertinggi terdapat di provinsi Jawa Timur. Dengan kejadian DM di Kabupaten Malang sendiri di tahun 2018 total pasien DM Tipe 2 sebanyak 10.355 yang berada di rentang usia 40-69 tahun. Faktor risiko DM Tipe 2 yang dapat memperburuk antara lain berat badan berlebih kurangnya aktivitas fisik hipertensi dan dislipidemia. Berat badan berlebih atau obesitas erat kaitannya dengan IMT dan akan mempengaruhi lingkar perut seseorang. Untuk mengontrol obesitas dapat dilakukan dengan pengukuran lingkar perut. Obesitas mengakibatkan perubahan metabolik yang berhubungan dengan resistensi insulin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik IMT dan lingkar perut dengan kejadian DM Tipe 2 di Puskesmas Dinoyo Malang. Rancangan penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data menggunakan kuesioner rekam medis dan pengukuran dengan sasaran responden usia lebih dari 40 tahun di Puskesmas Dinoyo Malang. Hasil dari analisis uji bivariat menggunakan uji chi square ini terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian DM tipe 2 dengan p-value sebesar 0 001 593 0 05. Hubungan yang signifikan juga terdapat pada IMT dengan kejadian DM Tipe 2 dengan nilai p-value 0 000 593 0 05. Terdapat hubungan yang signifikan antara lingkar perut dengan kejadian DM Tipe 2 p-value sebesar 0 008 593 0 05. Variabel yang paling berperan setelah menggunakan analisis uji regresi adalah IMT dengan pengaruh 8 197 kali lebih besar memicu terjadinya DM Tipe 2 di Puskesmas Dinoyo Malang.