Skripsi
Dekonstruksi makna kampung tato di Desa Kemantren, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang / Dini Anisa Sasqia
Abstrak
ABSTRAK Sasqia Dini Anisa. 2019. Dekonstruksi Makna Kampung Tato di Desa Kemantren Kecamatan Jabung Kabupaten Malang. Skripsi Jurusan Sosiologi Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. ABD. Latif Bustami M.Si dan Pembimbing (2) Luhung Achmad Perguna S.Sos M.A. Kata Kunci Kampung Identitas Dekonstruksi Indonesia memiliki banyak daerah dengan identitas yang unik. Dari identitas tersebut dapat menggambarkan situasi dan kondisi warga setempat. Seperti sebuah kampung yang ada di Desa Kemantren Kecamatan Jabung Kabupaten Malang yaitu kampung tato. Sesuai dengan namanya kampung tato memiliki makna yang negatif dengan didukung realitas negatif lainnya. Alhasil masyarakat kampung tato sulit untuk berinteraksi dengan masyarakat luar. Sehingga disini masyarakat kampung tato membongkar makna kampungnya dengan realitas-realitas yang diciptakannya kembali. Pada penelitian yang dilakukan ini menggunakan metode kualitatif dan teknik analisis deskriptif. Dimana analisisnya dijelaskan dengan reduksi data sajian data dan penarikan data. Yang dihasilkan dari teknik pengumpulan data yaitu saat observasi dokumentasi dan wawancara. Penelitian ini dibuktikan dengan menggunakan teori Dekonstruksi dari Derrida untuk menjawab semua temuan penelitian. Teori Dekonstruksi dari Derrida digunakan untuk memahami makna yang tertunda dengan realitas yang telah diciptakan sampai realitas yang kembali diciptakan. Dari teori Dekonstruksi dapat dihasilkan sebuah tulisan bertujuan untuk membongkar suatu penafsiran yang selama ini dianggap mutlak dan absolut. Sehingga hasil yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu yang pertama latar belakang terjadi Dekonstruksi makna kampung tato karena realitas yang tercipta dari peristiwa yang tak disadari tak dipertimbangkan dan bukan dari modernitas. Sehingga mampu membongkar makna yang dianggap mutlak. Yang kedua proses dekonstruksi makna kampung tato dapat dipahami dengan jejak-jejak yang telah dilakukan sebagai pencipta suatu realitas dan implikasi dari realitas tersebut terciptanya sebuah panfsiran baru. Jadi Dekonstruksi itu tidak terlepas dari realitas yang tercipta dan realitas yang kembali diciptakan. Saran ditujukan kepada peneliti selanjutnya supaya dapat melanjutkan penelitian ini dengan topik yang berbeda. Agar terungkap fakta lainnya yang kemudian mampu memberikan kesan dan pesan bagi objek penelitian.