Skripsi
Analisis Pengembangan Ekonomi Lokal (PEL) budidaya ikan hias koi pada kawasan minapolitan di Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar / Dewi Putrining Tyas
Abstrak
Kecamatan Nglegok merupakan wilayah dengan hasil produksi ikan koi terbesar di Kabupaten Blitar. Kecamatan Nglegok ini telah ditetapkan sebagai pusat kawasan minapolitan yang fokusnya pada ikan hias. Potensi budidaya ikan hias koi di Kecamatan Nglegok memiliki prospek yang bagus karena melimpahnya ketersediaan air yang berasal dari sungai dan struktur tanah yang mendukung perkembangan ikan koi. Terlepas dari potensi alamnya untuk kondisi pembangunan berkelanjutannya masih perlu ditingkatkan karena wilayah ini sering dilandai musim kemarau yang panjang sehingga mempengaruhi ketersediaan air . Selain itu sungai tersebut memiliki potensi besar adanya pencemaran dari limbah peternakan maupun dari pasar penataran. Permasalahan lainnya yaitu terbatasnya fasilitas permodalan dan belum adanya ekspor yang dilakukan secara mandiri oleh pembudidaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status dan mengidentifikasi faktor pengungkit Pengembangan Ekonomi Lokal (PEL) pada budidaya ikan hias koi di kawasan minapolitan Kecamatan Nglegok serta selanjutnya akan digunakan untuk merumuskan strategi pengembangannya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif deskriptif dengan menggunakan teknik Multidimensional Scalling (MDS) yang diolah dengan menggunakan program RALED untuk mengetahui status masing-masing dan program PENBOT untuk mengetahui status keseluruhan aspek PEL. Menurut Bappenas terdapat 6 aspek PEL yaitu 1) kelompok sasaran 2) faktor lokasi 3) kesinergian dan fokus kebijakan 4) pembangunan berkelanjutan 5) tata pemerintahan dan 6) proses manajemen. Hasil analisis menunjukkan aspek dalam kondisi sangat baik yaitu faktor lokasi dengan nilai indeks sebesar 79.92 untuk aspek dalam kondisi baik yaitu kelompok sasaran tata pemerintahan dan proses manajemen dengan nilai indeks masing-masing sebesar 68.42 69.21 dan 51.13. Sedangkan untuk aspek dalam kondisi buruk yaitu aspek kesinergian dan fokus kebijakan dan pembangunan berkelanjutan dengan nilai indeks sebesar 45.91 dan 46.35. Berdasarkan hasil analisis penbot secara keseluruhan status PEL Budidaya Ikan Hias Koi di Kecamatan Nglegok dalam kondisi baik dengan nilai 61.74. Berdasarkan hasil identifikasi faktor pengungkit maka strategi untuk Pengembanagn Ekonomi Lokal Budidaya Ikan Hias Koi di Kecamatan Nglegok adalah (1) Meningkatkan keahlian SDM lokal mengenai teknik budidaya ikan dan manajemen pemasaran (2) Mengoptimalkan peran BUMDes dan mengaktifkan kembali koperasi perikanan (3) mengoptimalkan program bantuan sarana prasaranan produksi dan fasilitas permodalan untuk budidaya ikan hias koi (4) Meningkatkan peran pokdakan dalam perencanaan PEL budidaya ikan hias koi (5) Meningkatkan sistem insentif dan meningkatkan standar kompentensi aparatur pemerintah yang sesuai dengan keahlian khususnya di bidang perikanan budidaya (6) meningkatkan penggunaan hasil diagnosis sebagai dasar perencanaan PEL Budidaya Ikan Hias Koi yang melibatkan penyuluh perikanan Kecamatan Nglegok sebagai fasilitator.