Skripsi
Upaya meningkatkan perkembangan motorik halus melalui kegiatan montase pada anak kelompok B TK Dharma Wanita Dinoyo 01 Mojokerto / Yuvi Erfiana Taznidaturrohmah
Abstrak
Pendidikan Anak Usia Dini merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia 6 tahun. Pembinaan ini dilakukan dengan memberikan rangsangan pendidikan untuk membantu perkembangan fisik dan psikis agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan di sekolah dasar termasuk di dalamnya menyiapkan mototik halus anak. Kegiatan montase merupakan salah satu rekomendasi pemerintah dalam pembelajaran pada taman kanak-kanak untuk mengembangkan. Namun tidak semua lembaga pendidikan mampu mengembangkan motorik halus anak dengan baik salah satunya di TK Dharma Wanita Dinoyo 1 Mojokerto khususnya pada anak kelompok B tahun ajaran 2019/2020. Ditemukan bahwa pembelajaran berlangsung kurang bervariasi penjelasan beberapa materi dan minimnya aktivitas fisik anak. Pada kegiatan menggunting anak pada hari yang sama perkembangan fisik motorik halus anak masih belum berkembang dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan kegiatan montase serta peningkatan motorik halus anak melalui kegiatan tersebut. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas dengan pendekatan kualitatif dibantu dengan pengolahan data kuantitatif dengan tahapan-tahapanya yaitu (1) perencanaan (2) pelaksanaan (3) observasi dan (4) refleksi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik observasi wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif tentang data yang berupa lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran dan lembar penilaian pada kemampuan fisik motorik halus anak sedangkan data di analisis secara kualitatif berupa catatan pengamatan observasi dan dokumentasi. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Terjadi peningkatan kegiatan montase yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak kelompok B TK Dharma Wanita 01 Dinoyo Mojokerto. Pada siklus pertama nilai rata-rata yang didapatkan anak adalah 74 1 dan meningkat pada siklus kedua yang mendapatkan skor rata-rata 87 dan (2) motorik halus anak degan kegiatan montase juga mengalami peningkatan mulai dari pra-tindakan siklus pertama dan meningkat lagi pada siklus kedua. Pada tahap pra-tindakan skor rata-rata yang diperoleh anak adalah 53 1 kemudian dan mengalami peningkatan lagi pada siklus pertama dan kedua dengan skor rata-rata 74 5 dan 87 5. Berdasarkan kesimpulan tersebut peneliti memberi saran (1) Guru diharapkan dapat menerapkan dan mengembangkan kegiatan montase untuk lebih bervariasi lagi dalam peningkatan motorik halus anak (2) bagi sekolah hasil penelitian ini dapat menjadi salah satu masukan kegiatan dalam upaya peningkatan kemampuan motorik halus anak yang sesuai dengan tahap usianya dan (3) Bagi peneliti selanjutnya hasil penelitian ini dapat dijadikan rujukan bagi peneliti lain untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai pembelajaran menggunakan kegiatan montase.