Skripsi
Toilet training sebagai metode melatih kemandirian anak usia dini (studi kasus di UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Balita Sidoarjo) / Dwi Ainur Fatmadika
Abstrak
RINGKASAN Fatmadika Dwi Ainur. 2020. Toilet Training Sebagai Metode Melatih Kemandirian Anak Usia Dini (Studi Kasus di UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Balita Sidoarjo). Skripsi. Jurusan Pendidikan Luar Sekolah. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Zulkarnain M.Pd. M.Si. (II) Dr. Sri Wahyuni M.Pd. Kata Kunci toilet training kemandirian perkembangan anak usia dini Toilet training pada anak merupakan suatu usaha untuk melatih anak agar mampu mengontrol dalam melakukan buang air kecil maupun buang air besar. Kemampuan anak dalam pelaksanaan toilet training atau mengontrol rasa ingin buang air kecil dan buang air besar antar anak satu dengan anak lain berbeda. Cepat maupun lambatnya keberhasilan toilet training disana tidak dapat dipaksakan. Kesiapan anak dan pengasuh harus berjalan seimbang agar proses toilet training dapat berjalan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses penerapan dan hasil yang ditimbulkan dari penerapan toilet training. Penelitian ini dilakukan di UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Balita Sidoarjo dengan informan dari pengasuh serta perawat. Rancangan dalam penelitian ini diawali dengan pengumpulan data dari hasil wawancara observasi dan studi dokumen. Setelah diperoleh data maka data akan direduksi untuk disajikan. Begitu data disajikan peneliti akan menarik kesimpulan yang dapat digunakan sebagai sumber data. Pada penelitian ini uji keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penerapan toilet training di UPT PPSAB dilakukan melalui tahapan. Tahapan pertama adalah tahap persiapan kedua tahap pengenalan dan ketiga tahap pelaksanaan. Faktor pendukung penerapan toilet training ialah kesiapan anak yang matang dan orang tua atau pengasuh yang aktif dalam memantau proses jalannya toilet training. Faktor penghambat penerapan toilet training ialah ketidak konsistenan orang tua atau pengasuh dalam menerapkan toilet training sehingga susah untuk melepas penggunaan popok sekali pakai. Penerapan toilet training menghasilkan kemandirian dan tanggung jawab anak terasah dengan baik. Toilet training ini dapat dikatakan sebagai salah satu metode pembelajaran kemandirian pada anak. Hendaknya hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan rujukan yang bermanfaat untuk peneliti lebih dapat menggali lagi perihal toilet training yang sudah banyak diterapkan namun kurang maksimal karena kurangnya pengetahuan.