Skripsi
Respon olahraga interval dan kontinyu intensitas moderat terhadap kadar insuline-like growth factor-1 pada remaja perempuan obesitas / Teguh Prasetyo
Abstrak
Obesitas merupakan suatu gejala penyakit metabolisme yang diakibatkan dari kurangnya aktifitas fisik dan asupan makan yang berlebih. Akibatnya akan terjadi resistensi insulin karena inflamasi pada jaringan adiposa yang menurunkan kadar IGF-1 hingga terjadi penghambatan perkembangan dan pertubuhan sel dengan. Karena obesitas yang tidak di cegah dari masa anak ndash anak dan remaja akan berdampak terhadap kejadian obesitas hingga masa dewasa yang berkelanjutan (Kostovski et al. 2018). Dapat dikatakan aktivitas fisik mampu menjdai biomarker tersekresinya IGF-1 oleh karena itu perlunya penelitian yang dapat mengungkap respon olahraga intensitas moderat interval dan kontinyu terhadap sekresi kadar IGF-1 pada remaja perempuan obesitas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian true experimental dengan rancangan the randomized pretest-posttest group design. Penelitian ini menggunakan sampel mahasiswi Universitas Negeri Malang yang mengalami obesitas sebanyak 15 orang dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Pengukuran kadar IGF-1 dilakukan menggunakan metode Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA) yang dilakukan secara indirect sandwitch. Prosedur pengumpulan data terdiri dari persiapan penelitian dan pelaksanaan penelitian. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap analisis statistika menggunakan IBM SPSS 2.6 vertion for windows dengan tahapan pengujian yaitu deskriptif tahap uji distribusi normalitas tahap uji homogenitas (P gt 0 05) tahap uji beda ANOVA dan tahap uji LSD post hoc test. (P lt 0 05). Pengambilan data dilakukan dengan cara subjek diberikan intervensi menggunakan treadmill selama 40 menit dengan intensitas moderat interval dan kontinyu. Pengambilan sampel darah dilakukan sebelum intervensi dan 10 menit sesudah intervensi untuk pengukuran IGF-1 dengan metode Enzim linked immunosorbent Assay (ELISA) secara indirec sandwich. Berdasarkan hasil penelitian terdapat perbedaan yang signifikan pada olahraga yang diberikan kontinyu p 0 024 (P lt 0 05) namun terjadi penurunan sekresi kadar IGF-1 pada kelompok olahraga interval. Sedangkan pada kelompok kontrol tidak mengalami perubahan sekresi IGF-1 antara pre dan post. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa olahraga berpengaruh terhadap sekresinya kadar IGF-1 dan pemberian intensitas dan model pada intervensi menjadikan faktor yang mempengaruhi sekresi IGF-1. Oleh sebab itu maka disarankan perlunya olahraga kontinyu intensitas moderat (HRmax 60-70%).