Skripsi
Pengembangan kurikulum muatan lokal literasi digital untuk kelas VII di SMP Wahid Hasyim Kota Malang / Andik Agus Suwignyo
Abstrak
RINGKASAN Andik Agus Suwignyo. 2020. Pengembangan Kurikulum Muatan Lokal Literasi Digital untuk Kelas VII di SMP Wahid Hasyim Kota Malang. Skripsi. Jurusan Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Henry Praherdhiono S.Si. M.Pd. (2) Dr. Yerry Soepriyanto ST. M.T. Kata Kunci Pengembangan Kurikulum Muatan Lokal Literasi Digital Pengembangan kurikulum merupakan proses menyusun rancangan atau model kurikulum untuk mencapai tujuan isi dan bahan pelajaran dalam proses pembelajaran. Proses dalam pengembangan kurikulum meliputi (a) pengumpulan data (b) menentukan tujuan (c) penerjemahan data ke dalam seperangkat rencana (d) penyusunan rencana. Data dapat diperoleh dari observasi wawancara pengalaman langsung dan keinginan yang ingin dicapai. Muatan lokal literasi digital didasarkan pada kurangnya pembelajaran yang mengangkat tentang kebutuhan daerah khususnya di SMP Wahid Hasyim Kota Malang dalam menghadapi perkembangan jaman yang semakin maju. Sebagai individu yang tumbuh di tengah kehidupan kota dengan perkembangan teknologi digital yang begitu pesat generasi muda perlu memiliki kesadaran dengan pola pikir kritis dan kreatif terhadap berbagai dampak yang timbul akibat penggunaan teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Pengembangan kurikulum muatan lokal ini menggunakan model yang diadopsi dari Hilda Taba. Peneliti mengumpulkan data dengan menggunakan observasi angket wawancara yang melibatkan sekolah masyarakat maupun stakeholder sebagai bahan need assessment untuk menghasilkan sebuah muatan lokal yang sesuai dengan kebutuhan. Selain itu juga didukung dengan teori-teori yang didapatkan dari buku maupun secara online. Literasi digital merupakan himpunan kemampuan sosial emosional dan kognitif yang memungkinkan individu untuk menghadapi tantangan dan beradaptasi dengan tuntutan kehidupan digital. Kecerdasan ini terdiri dari 8 buah yaitu identitas pemanfaatan keselamatan keamanan kecerdasan emosional komunikasi literasi dan hak digital. Produk hasil pengembangan kurikulum muatan lokal literasi digital ini mendapat penilaian tingkat kelayakan dari ahli materi sebesar 95% dan dari ahli kurikulum sebesar 91 87% sehingga dapat disimpulkan bahwa muatan lokal ini layak dikembangkan di sekolah-sekolah di Kota Malang. Berdasarkan hasil pengembangan ini saran yang dapat diberikan yakni (1) Pemerintah daerah Kota Malang diharapkan dapat memberikan kebijakan untuk implementasi muatan lokal ini. Pemerintah juga perlu membangun literasi digital tidak hanya pada kalangan usia sekolah saja namun juga semua kalangan termasuk guru dan orang tua sehingga kehidupan sosial dan budaya masyarakat akan cenderung aman dan kondusif. (2) Sekolah diharapkan dapat menjadikan dokumen kurikulum muatan lokal literasi digital sebagai pedoman untuk mengintegrasikan pengembangan kemampuan siswa dalam menggunakan teknologi digital secara beretika dan bertanggung jawab melalui mata pelajaran muatan lokal. (3) Guru diharapkan dapat memanfaatkan dokumen kurikulum muatan lokal literasi digital sebagai referensi dalam melakukan pembelajaran muatan lokal serta meningkatkan kreativitas guru untuk mengembangkan mata pelajaran yang mengangkat sesuai kondisi lingkungan sekitar.