Skripsi
Occuptional accident analysis di CV. Bengkel Purnama menggunakan metode HAZOP (hazard and operability) / Alfanny Kuswanda
Abstrak
RINGKASAN Kuswanda Alfanny. 2020.Occuptional Accident Analysis di CV. Bengkel Purnama Menggunakan Metode Hazop (Hazard And Operability).Skripsi Jurusan Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Solichin ST M.Kes. (II) Ema Novita Deniati SKM. M.K.M. Kata Kunci Kecelakaan Kerja Hazop Manajemen Risiko. Didunia pekerjaan penerapan kesehatan dan keselamtana kerja (K3) sangat penting untuk diterapkan. Untuk mengurangi angka dan kejadian kecelakaan kerja salah satu cara yang dapat dilakukan pencegahan kecelakaan kerja yaitu dengan melakukan manajemen risiko disuatu tempat kerja. Metode Hazop merupakan metode manajemen risiko dengan menilai bahaya disetiap kegiatan pekerjaan atau disetiap proses atau langkah kerja. Penelitian ini dilaksanakan di CV. Bengkel Purnama yang merupakan salah satu bengkel las bubut teknologi tepat guna yang berada di kota Malang. Berdasarkan studi pendahuluan yang telah dilakukan peneliti didapatkan bahwa pada tahun 2014 telah terjadi kecelakaan kerja yaitu kaki pekerja terkena besi karena tidak berhati-hati saat bekerja dan pekerja tidak menggunakan APD. Selain itu pada tahun 2019 telah terjadi kecelakaan kerja yaitu pekerja mengalami kejatuhan katrol untuk mengangkat mesin boiler sehingga terkena kepala pekerja dan mengalami cidera. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui risiko dan bahaya pada saat proses pekerjaan di bengkel Purnama. Jenis penelitian ini yaitu menggunakan penelitian kualitatif. Tahap awal dalam penelitian ini yaitu dengan melakukan identifikasi bahaya yang ada di bengkel tersebut kemudian dilakukan penilaian risiko disetiap bahaya tersebut setelah mengetahui tingkat risiko tahap selanjutnya yaitu dengan memberikan cara pengendalian yang tepat. Metode pengumpulan data yang digunakan pada penelitian in yaitu observasi disetiap proses pembuatan mesin dan wawancara kepada seluruh pihak bengkel (karyawan maupun pemilik bengkel). Berdasarkan hasil identifikasi bahaya dan penilaian bahaya pada proses pembuatan mesin rajangan diperoleh tingkat risiko bahaya tinggi dengan persentase 58% sedangkan tingkat risiko bahaya pada proses pembuatan mesin pengaduk adonan yaitu tinggi dengan persentase 56%. Bahaya-bahaya yang ditemukan di CV. Bengkel Purnama yaitu pekerja tidak menggunakan APD tidak ada penutup pada kipas angin posisi pekerja tidak ergonomi pekerja merokok alat-alat material berhamburan pekerja terkena bram.