Disertasi
Pengaruh pembelajaran collaborative inquiry learning dan self regulated learning terhadap kesadaran metakognitif dan disposisi berpikir kritis / Sukardi Abbas
Abstrak
Keterampilan metakognitif dan berpikir kritis telah menjadi bagian penting dari kebijakan pendidikan di seluruh dunia. Di Indonesia kementerian pendidikan dan kebudayaan telah lama menerapkan kurikulum berbasis kompetensi dengan fokus utama pada pengembangan karakter dan keterampilan berpikir tingkat tinggi. Namun kenyataan menunjukkan bahwa kesadaran metakognitif dan disposisi berpikir kritis ditemukan sangat minim pada lulusan perguruan tinggi termasuk lulusan calon guru yang siap mengajarkan siswa mereka di masa depan. Pada saat yang sama kedua sikap ini sangat dibutuhkan dalam dunia kerja. Dikotomi yang problematik ini menghadirkan kebutuhan untuk lebih memahami bagaimana disposisi berpikir kritis dan kesadaran metakognitif diajarkan terutama kepada calon guru sekolah dasar. Penelitian ini mencoba mengisi kekosongan itu dengan mendesain dan menerapkan strategi pembelajaran collaborative inquiry learning (CoIL) dan mempertimbangkan aspek self-regulated learning (SRL) untuk mempromosikan kesadaran metakognitif dan disposisi berpikir kritis. Penelitian ini berfokus pada masalah (1) perbedaan kesadaran metakognitif antara pebelajar dengan intervensi strategi CoIL dan strategi pembelajarang langsung (2) perbedaan kesadaran metakognitif antara SRL tinggi dan SRL rendah (3) interaksi antara strategi pembelajaran dan SRL terhadap kesadaran metakognitif (4) perbedaan dalam disposisi berpikir kritis pebelajar antara pebelajar dengan intervensi strategi CoIl dan strategi pembelajaran langsung. 5) perbedaan dalam disposisi berpikir kritis pebelajar dengan SRL tinggi dan SRL rendah 6) interaksi antara strategi pembelajaran dan SRL terhadap disposisi berpikir kritis. Penelitian ini menggunakan bentuk pretest posttest dalam diseain eksperimental semu 2x2 faktorial. Para mahasiswa tahun pertama di Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Khairun Ternate terlibat dalam penelitian ini. Topik utama dalam penelitian ini adalah konsep dasar sains. Penelitian ini diikuti oleh total 149 pebelajar. Di kelas eksperimen 74 dan di kelas kontrol 75. Data dikumpulkan dari kuesioner kesadaran metakognitif. Data disposisi berpikir kritis dikumpulkan dengan instrumen berupa angket skala Likert. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan MANOVA dengan bantuan SPSS untuk versi 26 Windows dan difokuskan pada tingkat kepercayaan signifikansi 5% atau 95%. Temuan menunjukkan bahwa (1) Kesadaran metakognitif pebelajar yang diajarkan dengan strategi CoIL dan strategi pembelajaran langsung berbeda (2) ada perbedaan kesadaran metakognitif yang signifikan antara pebelajar dengan SRL tinggi dan SRL rendah (3) Ada pengaruh interaksi antara strategi pembelajaran dan SRL terhadap kesadaran metakognitif mahasiswa (4) ada perbedaan disposisi berpikir kritis mahasiswa yang signifikan antara kelompok yang diajarkan dengan strategi CoIL dan strategi pembelajaran langsung (5) ada perbedaan disposisi berpikir kritis mahasiswa yang signifikan antara yang memiliki SRL tinggi dan rendah (6) Ada interaksi antara strategi CoIL dan SRL terhadap disposisi berpikir kritis mahasiswa. Berdasarkan hasil analisis statistik deskriptif diketahui bahwa kesadaran metakognitif dan disposisi berpikir kritis kelompok strategi CoIL ternyata rerata peningkatannya paling tinggi sedangkan kelompok strategi pembelajaran langsung rerata peningkatannya paling rendah. Kesadaran metakognitif dan disposisi berpikir kritis mahasiswa yang memiliki SRL tinggi rerata peningkatannya lebih tinggi dibandingkan dengan mahasiswa yang memiliki SRL rendah. Saran untuk penelitian ini disampaikan diantaranya (1) strategi pembelajaran aktif seperti CoIL dapat diterapkan terutama kepada mahasiswa calon guru sains sekolah dasar 2) dalam merancang pembelajaran pembelajar perlu memahami karakteristik SRL pebelajar dan menciptakan lingkungan belajar yang dapat melibatkan pebelajar dalam memahami proses kognitif. Bantu pebelajar untuk merencanakan dan memantau pembelajaran mereka sendiri serta menilai hasil belajar mereka. Pembelajar harus memberikan perhatian dan bantuan penuh agar kesadaran metakognitif dan disposisi berpikir kritis bisa lebih optimal 3) Pembelajar perlu mempertimbangkan SRL ketika merencanakan dan menerapkan pembelajaran kelompok seperti kolaboratif inkuiri