Skripsi
Penerapan model pembelajaran creative problem solving (CPS) dibandingkan problem posting (PP) yang dipadukan strategi pembelajaran predict-ovserve explain (POE) terhadap hasil belajar siswa TKJ / Argavinda Sugestuwandeli
Abstrak
Kegiatan pembelajaran oleh guru sangat berkaitan erat dengan hasil belajar yang diperoleh oleh siswa. Pengamatan peneliti di SMK Negeri 1 Pasuruan mengungkapkan bahwa peneliti menemukan proses pembelajaran masih bergantung pada guru. Adapun model yang digunakan sebelumnya adalah Project-Based Learning yang diharapkan dapat meningkatkan siswa untuk bekerja secara kooperatif namun masih belum mampu membuat siswa belajar secara mandiri dan kurang intensif dalam membimbing siswa. Solusi permasalahan tersebut yaitu diperlukan model pembelajaran yang bersifat konstruktivistik yang diharapkan adanya peningkatan hasil belajar pada siswa dan siswa dapat membentuk pengetahuannya secara mandiri. Masalah tersebut menjadi latar belakang peneliti untuk menerapkan model Creative Problem Solving (CPS) yang akan dipadukan strategi pembelajaran Predict-Observe-Explain (POE) (X1) yang akan dibandingkan dengan model Problem Posing (PP) dengan paduan strategi pembelajaran Predict-Observe-Explain (POE) (X2). Penelitian ini meneliti pengaruhnya terhadap hasil belajar (Y). Penelitian ini betujuan untuk (a) Mendeskripsikan Y pada pengetahuan siswa yang diajar X1 (b) Mendeskripsikan Y pada keterampilan siswa yang diajar X2 (c) Mengungkapkan signifikasi perbedaan Y pada pengetahuan siswa perlakuan X1 dan X2 dan (d) Mengungkapkan signifikasi perbedaan Y pada keterampilan siswa perlakuan X1 dan X2. Penelitian ini termasuk pada rancangan quasi experiment dengan Pretest-Posttest Design. Penelitan ini diterapkan pada kelas X TKJ SMK Negeri 1 Pasuruan sejumlah 70 siswa. Sampel yang digunakan adalah kelas X TKJ 1 sebanyak 35 siswa untuk kelas eksperimen A perlakuan X1 dan kelas X TKJ 3 sebanyak 35 siswa untuk kelas eksperimen B perlakuan X2. Adapun instrumen pengukuran penelitian ini berupa soal posttest untuk mengukur hasil belajar pengetahuan. Penelitian ini juga menggunakan lembar observasi untuk mengukur hasil belajar keterampilan. Uji beda menggunakan uji-t dengan Independent Sample t-Test berbantuan software SPSS 23. Hasil yang didapatkan pada analisis deskriptif Y pada pengetahuan kelas perlakuan X1 mendapatkan kategori tinggi dan X2 mendapatkan kategori sedang. Hasil uji hipotesis dengan uji-t mendapatkan nilai signifikansi sebesar 0 021 pada taraf signifikansi 0 05. Pengujian Y pada pengetahuan menunjukkan nilai N-Gain pada kedua kelas menunjukkan hasil yang berbeda. Kelas X TKJ 1 menunjukkan nilai N-Gain sebesar 70 11% yang masuk pada kategori tinggi dengan tafsiran cukup efektif. Pada kelas X TKJ 3 menunjukkan nilai N-Gain sebesar 60 36% yang masuk pada kategori sedang dengan tafsiran cukup efektif. Hasil yang didapatkan pada analisis deskriptif Y pada keterampilan pada kelas perlakuan X1 mendapatkan kategori tinggi dan X2 mendapatkan kategori sedang. Pengujian dengan uji-t menunjukkan signifikansi sebesar 0 010 pada taraf signifikansi 0 05. Kesimpulan penelitian ini adalah model pembelajaran CPS dipadukan POE dan model pembelajaran PP dipadukan POE dapat meningkatkan hasil belajar pada siswa dan menunjukkan adanya signfikansi perbedaan hasil belajar pada kedua model pembelajaran.