Disertasi
Takut gagal (fear of failure) siswa berbakat akademik pada Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendikia Sambas Kalimantan Barat / Yusdiana
Abstrak
RINGKASAN Yusdiana. 2019. Takut Gagal (Fear of Failure) Siswa Berbakat Akademik Pada Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendikia. Pembimbing (1). Prof. Dr. Fattah Hanurawan M.SI M.ED. (II) Dr. Imanuel Hitipeuw M.A. (III) Dr. Tutut Chusniyah M.Si. Kata Kunci Fear of Failure Siswa Berbakat Akademik. Takut gagal sudah diperdebatkan sejak dulu. Di literatur klasik perdebatan takut gagal selalu melibatkan variabel prestasi dan motivasi. Penulis mensinyalir motif ini merupakan dimensi yang berinteraksi. Asumsi ini menggiring opini bahwa kecemasan selalu linear dengan penolakan ketika gagal. Takut gagal membuat sebagian anak cemas sebelum mencoba tidak berani mengambil resiko hingga tidak berprestasi. Takut gagal muncul sebagai akibat budaya masa kini yang menganggap kegagalan sebagai ketidak-berdayaan dan sejenisnya. Orang yang gagal dideskripsikan sebagai orang aneh buruk di-bully hingga keberadaannya ditolak. Maslalah dalam penelitian ini adalah bagaimana takut gagal pada siswa berbakat akademik pada Madrasah Aloyah Negeri Insan Cendikia Sambas. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus dan fenomenologi. Lokasi penelitian adalah di MAN Insan Cendikia Sambas. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan beberapa teknik pengumpulan data yaitu wawancara observasi data sekunder dan kuesioner kualitatif. Subjek penelitian sebanyak enam orang dengan indikator (1) siswa terkategori takut gagal jika memperoleh skor kuesioner takut gagal gt 75 (2) siswa dinyatakan berbakat intelektual jika memiliki skor tes IQ gt 110 (3) siswa menunjukkan minimal salah satu dari beberapa indikator keberbakatan akademik (4) siswa tergolong berprestasi akademik dan non-akademik. Subyek ditentukan berdasar hasil identifikasi melalui kuesioner. Siswa yang terindikasi mengalami takut gagal dengan level tinggi berikut kriteria memiliki keberbakatan intelektual selanjutnya dikelompokkan menjadi subyek penelitian. Penelitian ini menyimpulkan. 1) Semua subjek menyatakan mengalami ketakutan akan penghinaan dan rasa malu. Kegagalan begitu menakutkan karena berimplikasi langsung menyebabkan rasa malu dan berkonsekuensi mengalami penghinaan. 2) Semua subjek menyatakan mengalami ketakutan akan penurunan estimasi diri sendiri. Kegagalan berprestasi akademik akan menurunkan penilaian terhadap kemampuan diri yang dimiliki. 3) Semua subjek menyatakan mengalami ketakutan akan hilangnya pengaruh sosial. Kegagalan sangat dikhawatirkan karena akan berdampak pada penolakan sosial dan tidak lagi mendapat atensi sosial. 4) Tidak semua subjek menyatakan mengalami ketakutan akan ketidakpastian masa depan. Sebagian besar dari subjek menyatakan apa pun yang terjadi di masa depan tidak berhubungan dengan kegagalan berprestasi akademik yang dicapai pada saat ini. 5) Sebagian besar subjek menyatakan mereka mengalami ketakutan akan mengecewakan orang yang terpenting. Kegagalan akan menyebabkan rasa takut tidak dihargai oleh orang di sekitar dan takut mengecewakan orang yang dianggap penting atau terdekat. 6) Secara umum takut gagal siswa berbakat akademik di Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendikia Sambas tergolong tinggi. Hal tersebut terlihat dari kelima aspek takut gagal sebanyak empat aspek takut gagal yang dialami oleh para subjek penelitian dan hanya satu aspek takut gagal saja yang tidak dialami siswa berbakat akademik di Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendikia Sambas. Ketika fear of failure terjadi pada individu dengan IQ yang tinggi dan berbakat akademik dapat dipastikan selalu menimbulkan efek sekaligus ekses negatif bahkan destruktif.