Disertasi
Proficiency pairings, verbalization process, and efl students\' writing ability/ Ani susanti
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak dari pasangan kemahiran pada kemampuan menulis mahasiswa. Penelitian ini juga bertujuan untuk mendeskripsikan kolaboratif dalam pasangan heterogen (H-H) dan pasangan homogen (H-L dan L-L). Proses verbalisasi tercermin dalam tiga jenis episode episode terkait bahasa (LRE) episode terkait teks (TRE) dan episode perancah (SE). Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed method dengan desain concurrent triangulation yang melibatkan dua kelas yang dipilih secara nyaman dan acak dari delapan kelas paralel yang tersedia di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Variabel independen adalah pasangan kemahiran yang dibagi menjadi dua jenis pasangan heterogen (HET) dan homogen (HOM) yang ditentukan berdaarkan hasil TOEFL-like sedangkan variabel dependen adalah kemampuan menulis mahasiswa EFL. Data primer dalam penelitian ini adalah skor kemampuan menulis mahasiswa EFL dan rekaman audio proses menulis kolaboratif dari pasangan heterogen dan pasangan homogen serta data sekunder berupa tulisan esai sebagai hasil dari penulisan kolaboratif mahasiswa. Instrumen utama untuk mengumpulkan data adalah pre-tes dan post-tes yang dimodifikasi dari tes Integrated Skills of English (ISE) dan rubrik penilaian. Instrumen pendukung adalah perekam audio yang digunakan untuk merekam proses verbalisasi penulisan kolaboratif dari pasangan heterogen dan homogen. Prosedur penelitian berlangsung selama 13 minggu dan dimulai dengan memasangkan mahasiswa pre-tes intervensi dan diakhiri dengan menulis post-tes. Analisis statistik menggunakan uji Mann Whitney dan T-Test dengan tingkat signifikansi statistik .05. Sementara analisis proses verbalisasi dikodekan oleh dua coder terlatih. Hasil pengujian Mann Whitney untuk membandingkan rata-rata post-tes dari kelas HET dan HOM adalah .128. Hasil ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara kemampuan menulis mahasiswa di kelas HET dan HOM setelah mereka mengalami menulis kolaboratif. Pengujian lebih lanjut membandingkan antara rata-rata post-tes H-HET dan H-HOM hasil uji-T adalah .041 dari .05. Hal ini menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara kemampuan menulis mahasiswa dengan kecakapan tinggi di kelas HET dan HOM setelah mereka mengalami pasangan menulis kolaboratif. Sementara perbandingan antara rata-rata post-tes L-HET dan L-HOM hasil uji Mann Whitney adalah .038 dari .05. Hasil ini menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara kemampuan menulis mahasiswa dengan kemahiran rendah di kelas HET dan HOM setelah mereka mengalami menulis kolaboratif. Secara keseluruhan mahasiswa H dan L yang mengalami penulisan kolaboratif dalam pasangan HOM dapat meningkatkan kemampuan menulis mereka lebih baik daripada mereka yang mengalami penulisan kolaboratif dalam pasangan HET. Mengenai temuan dari data proses verbalisasi baik pasangan HET atau HOM sebagian besar menghasilkan SE diikuti oleh LRE kemudian TRE. Pasangan HOM menghasilkan episode yang jauh lebih banyak dibandingkan dengan pasangan HET. Mengenai LRE pasangan HOM menghasilkan lebih banyak LRE dibandingkan dengan pasangan HET. Mahasiswa di kelas HET dan HOM memberi perhatian besar pada LRE yang berfokus pada lexis. Pasangan HET dan HOM berhasil menyelesaikan LRE dengan benar. Mengenai TRE dan SE dalam konteks tugas membaca-untuk-menulis siswa dalam pasangan HET dan HOM memberi perhatian yang relatif sama pada TRE yang berfokus pada organisasi dan yang berfokus pada konten. Pasangan HET menghasilkan episode perancah yang jauh lebih sedikit daripada pasangan HOM. Di kedua kelas episode perancah yang paling sering adalah pengulangan diikuti oleh justifikasi dan elisitasi. Berdasarkan hasil penelitian ini direkomendasikan bagi para guru EFL untuk menerapkan pasangan kemahiran dalam praktik menulis kolaboratif mereka. Penting bagi guru untuk melakukan pengelolaan ketika mereka membuat pasangan heterogen sehingga jarak kemahiran tidak terlalu jauh. Untuk peneliti masa depan akan lebih bermanfaat untuk melakukan studi lebih lanjut untuk membenarkan hubungan antara jumlah episode dan hasil belajar.