Skripsi
Perbedaan pemahaman konsep dan keaktifan belajar instalasi motor listrik karena pengaruh penerapan model guided discovery learning dibandingkan model pembelajaran kooperatif tipe pair and check berbantuan simulasi EKTS pada siswa kelas XII TITL SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi / Maya Revanola Zainida
Abstrak
ABSTRAK Zainida Maya Revanola 2020. Perbedaan Pemahaman Konsep dan Keaktifan Belajar Instalasi Motor Listrik Karena Pengaruh Penerapan Model Guided Discovery Learning Dibandingkan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Pair and Check Berbantuan Simulasi EKTS Pada Siswa Kelas XII TITL SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi. Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Ir. Syaad Patmanthara M.Pd. (II) Drs. Hari Putranto M.Pd. Kata Kunci Model Guided Discovery Learning Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Pair and Check Simulasi EKTS Pemahaman Konsep Keaktifan Belajar. Penerapan Model Discovery Learning pada Mata Pelajaran Instalasi Motor Listrik (IML) di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi tidak mencerminkan karakteristiknya. Pembelajaran tidak disertai dengan tuntutan untuk memahami dan menghubungkan dengan materi yang lain serta arahan melaksanakan diskusi yang benar. Hal tersebut menyebabkan siswa memiliki pemahaman konsep dan keaktifan belajar IML menengah kebawah. Alternatif solusi permasalahan pada penelitian ini yaitu menerapkan model dan media pembelajaran baru yaitu Model Guided Discovery Learning (GDL) dan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Pair and Check (TPC) berbantuan simulasi EKTS. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui perbedaan pemahaman konsep dan keaktifan belajar IML karena pengaruh penerapan Model GDL dan Model TPC berbantuan simulasi EKTS siswa kelas XII TITL SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi. Rancangan penelitian ini menggunakan Rancangan eksperimen semu (Quasi Experimental Design) dan desain penelitian Non-Equivalent Control Group Design. Terdapat dua kelas eksperimen dengan jumlah populasi 34 siswa. Subjek penelitian ditentukan menggunakan teknik sampling jenuh dengan menjadikan populasi sebagai subjek penelitian. Uji Hipotesis menggunakan Independent Sample T-Test. Instrumen pengukuran berupa tes kognitif dan lembar observasi keaktifan belajar. Hasil Uji-T pemahaman konsep menunjukkan nilai 0 037 dimana 0 037