Skripsi
Perbedaan penerapan model pembelajaran creative problem solving (CPS) dipadu metode peer tutorial terhadap keaktifan dan hasil belajar pemrograman dasar siswa kelas X TKJ di SMK Negeri 11 Malang / Muhammad Tri Wahono
Abstrak
Permasalahan yang terjadi di dalam dunia pendidikan salah satunya adalah penerapan pelaksanaan pembelajaran. Penerapan metode demonstrasi belum selaras bila dikolaborasikan bersama model pembelajaran berorientasi masalah. Akibatnya pembelajaran berjalan tidak optimal sehingga menyebabkan siswa kurang aktif dan berefek terhadap rendahnya perolehan prestasi belajar. Tinggi rendahnya keaktifan dan hasil belajar dipengaruhi oleh ketepatan pengolaborasian model dan metode pembelajaran. Ditemukannya pencapaian prestasi belajar dan keaktifan siswa pada mata pelajaran ProDas kelas X TKJ di SMK Negeri 11 Malang menjadi tujuan inti penelitian ini. Rancangan peneilitian eksperimen dengan model quasi-experimental diimplementasikan sebagai metode penelitian. Pretest-postest control group Design ditetapkan sebagai desain penelitian yaitu dengan melakukan pengukuran sebelum dan sesuai pembelajaran dan pengaplikasian perlakuan pada dua kelompok. Kelas X TKJ 1 dan X TKJ 4 SMK Negeri 11 Malang dipilih menjadi sampel penelitian. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 59 audiens. Purposive sampling dijadikan kiat menentukan kelas sampel. Re-rata hasil belajar 83 90 dicapai kelas eksperimen A dan re-rata sebesar 87 90 dicapai kelas eksperimen B. Kelas eksperimen A meraih re-rata hasil belajar pengetahuan 80 53 dan kelas eksperimen B senilai 84 14. Re-rata hasil belajar keterampilan 81 73 dicapai kelas eksperimen A dan kelas eksperimen B senilai 85 38. Ditemukannya signifikansi keaktifan belajar 0 022