Skripsi
Kondisi bukaan ventilasi dan kenyamanan termal pada ruang kelas di 12 sekolah dasar Kabupaten Malang / Aufar Kasyfillah
Abstrak
Ventilasi merupakan suatu bagian ruangan yang berfungsi sebagai keluar masuknya udara dari maupun ke dalam ruangan ventilasi selalu dalam keadaan yang terbuka. Kenyamanan termal merupakan kenyamanan fisik seseorang yang dapat merasakan kepuasan sensasi termal di lingkungan sekitarnya. Hasil observasi dan pengukuran menunjukkan bahwa salah satu Sekolah Dasar dari 12 Sekolah Dasar Kabupaten Malang memiliki luas bukaan ventilasi tidak sesuai dengan standar yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji serta memetakan luas bukaan ventilasi dan kenyamanan termal ruang kelas di 12 Sekolah Dasar Kabupaten Malang. Penelitian ini termasuk penelitian populasi yang melibatkan seluruh elemen yaitu seluruh ruang kelas di 12 Sekolah Dasar Kabupaten Malang. Teknik pengumpulan data melalui observasi pengukuran dokumentasi dan studi pustaka dengan bantuan instrumen pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase bukaan ventilasi utama adalah 26% dari keseluruhan ruang kelas memenuhi standar luas bukaan ventilasi sedangkan 74% tidak memenuhi standar luas bukaan ventilasi. Setelah penambahan ventilasi utama dengan ventilasi pendukung (total) 97% dari keseluruhan ruang kelas telah memenuhi standar luas bukaan ventilasi sedangkan 3% tidak memenuhi standar luas bukaan ventilasi hal ini ditujukkan pada 5 ruang kelas SDN 3 Turen yang tetap tidak memenuhi standar luas bukaan ventilasi utama maupun total yaitu le 10%. Pada saat kondisi ventilasi utama (selalu dalam keadaan terbuka) 47% dari keseluruhan ruang kelas memiliki kriteria suhu hangat nyaman sedangkan 53% memiliki kriteria suhu tidak nyaman 26% dari keseluruhan ruang kelas memiliki kriteria kelembaban dan kecepatan udara nyaman sedangkan 74% memiliki kriteria kelembaban dan kecepatan udara tidak nyaman. Pada saat kondisi ventilasi utama dan ventilasi pendukung (ventilasi total) dalam keadaan terbuka 97% dari keseluruhan ruang kelas telah memiliki kriteria suhu hangat nyaman sedangkan 3% memiliki kriteria suhu tidak nyaman dimana keseluruhan ruang kelas di 12 Sekolah Dasar telah memenuhi kriteria suhu hangat nyaman kecuali 4 ruang kelas di SDN 3 Turen yaitu 1(A) 1(B) 6(A) dan 6(B) 97% dari keseluruhan ruang kelas telah memiliki kriteria kelembaban dan kecepatan udara nyaman sedangkan 3% memiliki kriteria kelembaban dan kecepatan tidak nyaman dimana keseluruhan ruang kelas di 12 Sekolah Dasar memenuhi kriteria kelembaban dan kecepatan nyaman kecuali 5 ruang kelas di SDN 3 Turen yaitu kelas 1(A) 1(B) 5(A) 6(A) dan 6(B). Simpulan dari hasil penelitian didapatkan bahwa setiap sekolah memiliki data yang beragam terkait luas bukaan ventilasi dan kenyamanan termal.