Skripsi
Studi tentang budaya penggunaan sarung pada suku Tengger di Desa Argosari Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang / Erika Tria Fransiska
Abstrak
Suku Tengger merupakan suku yang mendiami daerah lereng pegunungan Tengger dan Semeru di Jawa Timur. Masyarakat suku Tengger sama seperti suku yang ada di Indonesia. Masyarakat suku Tengger memiliki ciri khas yang bisa dilihat dari cara berpakaiannya. Secara fisik masyarakat suku Tengger sama dengan suku Jawa pakaian yang dikenakan sebagai bentuk adaptasi dengan lingkungan sekitar. Namun yang menjadi ciri khas suku Tengger adalah dalam penggunaan sarung yang melekat pada tubuh mereka. Masyarakat suku Tengger selalu menggunakan sarung disetiap kegiatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui makna dan perlambang penggunaan sarung di suku Tengger Desa Argosari Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sasaran penelitian ini adalah masyarakat suku Tengger laki-laki dan perempuan. Teknik pengumpulan data menggunakan triangulasi teknik yang dilakukan melalui observasi wawancara dan dokumentasi. Narasumber dalam penelitian ini antara lain Kepala desa dukun adat dan beberapa masyarakat suku Tengger. Hasil dari penelitian ini adalah penggunaan sarung di suku Tengger menjadikan masyarakat Tengger memiliki ciri khas dari suku-suku yang ada di Indonesia. Ciri khas tersebut bisa dilihat dari penggunaan sarung yang digunakan setiap harinya. Sehingga masyarakat suku Tengger dalam menggunakan sarung memiliki fungsi sebagai penahan suhu dingin. Penggunaan sarung di suku Tengger dibedakan berdasarkan jenis kelamin antara laki-laki dan perempuan. Tata cara pemakaian sarung untuk laki-laki memiliki enam variasi yaitu sesembong sesempetan kekeodong kekemul sengkletan dan sampiran. Sedangkan pemakaian sarung untuk perempuan hanya memiliki empat variasi yang berdasarkan letak simpul yang diletakan disebelah kanan kiri depan dan belakang. Penggunaan sarung bagi perempuan melambangkan status sosial perempuan tersebut. Masyarakat suku Tengger juga meyakini bahwa dalam menggunakan sarung memiliki makna yang harus dijaga. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa masyarakat suku Tengger setiap harinya menggunakan sarung. Penggunaan sarung untuk laki-laki memiliki enam variasi. Sedangkan penggunaan sarung bagi perempuan memiliki empat variasi. Selain itu masyarakat suku Tengger meyakini bahwa menggunakan sarung merupakan sebuah tanggung jawab.