Skripsi
Prediksi laju erosi menggunakan model musle (modified universal soil loss equation) di sub DAS Bogel, Kabupaten Blitar / Ahmad Zaini TS
Abstrak
Sub DAS Bogel merupakan sub daerah aliran sungai dari DAS Brantas. Secara administrasi Sub DAS Bogel terdapat di 2 kecamatan yakni kecamatan Sutojayan dan Panggungrejo meliputi plusmn 15 desa. Kondisi topografi Sub DAS Bogel berada pada ketinggian antara 162 m ndash 377 m dpl. Dilihat dari kondisi kelerengannya Sub DAS Bogel berkisar antara 6 77% - 60 99% dengan kelerengan yang paling berpengaruh terhadap erosi berada diatas 15%. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat bahaya erosi serta memberikan rekomendasi arahan konservasi lahan di Sub DAS Bogel. Penelitian ini berdasarkan analisis satuan unit lahan yang merupakan hasil overlay dari beberapa peta yakni peta penggunaan lahan kemiringan lereng dan jenis tanah. Metode dalam menghitung laju erosi menggunakan model MUSLE yang merupakan modifikasi dari USLE dan persamaan Hammer (1981) dalam menghitung TBE serta klasifikasi kesesuaian lahan (Arsyad 2000) untuk menentukan arahan konservasi lahan. Pengukuran laju erosi dengan model MUSLE meliputi penentuan debit puncak (qp) volume aliran permukaan (vq) erodibilitas tanah (K) panjang dan kemiringan lereng (LS) serta pengelolaan tanaman dan konservasi lahan (CP). Perhitungan TBE meliputi penentuan kedalaman efektif tanah faktor kedalaman tanah kelestarian tanah dan kerapatan massa tanah. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa laju persebaran erosi di Sub DAS Bogel dari total 21 unit lahan. Erosi yang memiliki nilai laju erosi melebihi nilai erosi yang diperbolehkan atau 14 3 ton sebanyak 15 unit lahan. Nilai laju erosi terbesar berada pada unit lahan LD5Pkb dengan laju erosi sebesar 194 88 ton/ha/thn sedangkan nilai laju erosi terkecil berada pada unit lahan TEP1Swh dengan laju erosi sebesar 0 01 ton/ha/thn. Berdasarkan pada penentuan TBE masing-masing unit lahan masing-masing unit lahan diklasifikasikan kedalam 3 kelas bahaya erosi yakni rendah sedang dan tinggi. Unit lahan dengan kategori TBE tinggi meliputi LD5Pkb TEU4TL dan THA4Pkb dengan nilai TBE berkisar antara 4 01 ndash 10 00 sedangkan sebagian besar unit lahan yang lain tergolong kedalam kategori sedang. Hasil dari analisis kemampuan lahan menunjukkan bahwa terdapat 5 kelas kemampuan lahan yang terdiri dari 13 sub kelas kemampuan lahan. Berdasarkan pada hasil simulasi konservasi lahan menunjukkan bahwa laju erosi dapat ditekan sebagai contoh pada unit lahan LD5Pkb dengan adanya upaya konservasi berupa reboisasi/vegetasi permanen berupa hutan jati tak terganggu dapat menekan erosi dari 194 88 ton/ha/thn hanya menjadi 1 95 ton/ha/thn.