Skripsi
Pengaruh model problem based learning berbantuan lembar kerja peserta didik (LKPD) terhadap kemampuan berpikir analitis siswa kelas XI IPS SMAN Darussholah Kabupaten Banyuwangi / Fahmi Wahyu Septianing Perdana
Abstrak
Kemampuan berpikir analitis siswa di Indonesia masih tergolong rendah. Berdasarkan data yang dihimpun oleh Mckinsey Indonesian rsquo s Today dan sejumlah data rangkuman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menunjukkan hanya sebesar 5% dari jumlah pelajar di Indonesia yang memiliki kemampuan berpikir analitis sementara pelajar lain hanya memiliki kemampuan sampai tahap mengetahui. Model Problem Based Learning adalah suatu pembelajaran yang diperoleh melalui proses belajar dimana berguna untuk pemahaman siswa dan untuk memecahkan suatu masalah pada suatu materi yang diberikan guru serta pada proses pembelajaran Problem Based Learning menawarkan kebebasan siswa dalam proses pembelajaran dalam kelas. Penelitian ini termasuk dalam eksperimen semu (quasy experiment). Rancangan penelitian yang dikembangkan adalah Posttest Only Control Group Design. Data hasil posttest yang diberikan kemudian dianalisis dengan menggunakan uji statistik uji-t tidak berpasangan (independent sample t-test) dengan signifikansi 5%. Penelitian ini akan dilaksanakan pada kelas XI di SMA Negeri Darussholah Singojuruh Kabupaten Banyuwangi Hasil penelitian menunjukkan perhitungan uji t adalah 0 001 lebih kecil dari 0 05 menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelas yang menggunakan model Problem Based Learning adalah 78 89 dan lebih tinggi dari kelas yang tidak menggunakan model Problem Based Learning. Hal ini menunjukkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh model Problem Based Learning terhadap kemampuan berpikir analitis siswa.