Skripsi
Pengembangan bahan ajar digital sub materi kualitas penduduk, IPM (Indeks Pembangunan Manusia), dan bonus demografi berbasis STEM / Tuisda Pratisia
Abstrak
Penelitian dan pengembangan ini didasarkan pada pentingnya pengembangan bahan ajar dalam bentuk digital pada kegiatan belajar dan mengajar di abad-21. Pembelajaran abad-21 menuntut siswa untuk memiliki kecapakan berpikir kritis komunikasi kreativitas dan kolaborasi. Selain itu pembelajaran abad-21 mengacu pada pembelajaran student-centered-learning (SCL) dimana siswa diharuskan untuk lebih mandiri. Oleh sebab itu untuk mewujudkannya maka diperlukan suatu perangkat pembelajaran salah satunya bahan ajar yang dapat mengarahkan siswa dalam setiap kegiatan pembelajarannya. Bahan ajar yang akan digunakan dalam kegiatan belajar dan mengajar harus disesuaikan dengan karakteristik siswa. Siswa di era saat ini termasuk pada generasi Z atau i-Generation yang bergantung pada teknologi gadget dan aktivitas media sosial. Hal tersebut tentu saja mempengaruhi karakter belajar siswa yakni cenderung menggunakan teknologi digital yang lebih praktis. Analissi kebutuhan pada siswa kelas XII IPS 2 di SMAN 2 BATU menunjukkan bahwa siswa membutuhkan bahan ajar berbasis digital yang interaktif untuk menunjang pembelajarn khususnya sub materi kualitas penduduk IPM dan bonus demografi. Sedikitnya pemanfaatan bahan ajar digital serta penguasaan guru terhadap pengembangan ajar digital maka pengembangan bahan ajar digital menjadi sangat penting untuk saat ini. Tujuan dari penelitian dan pengembangan ini adalah untuk menghasilkan bahan ajar digital sub materi kualitas penduduk IPM dan bonus demografi dengan menggunakan pendekatan STEM (Science technology engineering mathematic). Penelitian dan pengembangan ini mengacu pada model ADDIE (Analysis design development implementation dan evaluation). Dalam hal ini peneliti melakukan tahap analisis pada kurikulum dan kebutuhan guru dan siswa. Selanjunya dilakukan tahap desain bahan ajar digital yang dilanjutkan dengan tahap pengembangan bahan ajar yang terdiri atas kegiatan uji validasi pada validator materi dan desain media dan uji kelayakan bahan ajar oleh siswa dan guru di SMAN 2 Batu. Hasil uji validasi oleh ahli materi diperoleh nilai kevalidan dengan persentase sebesar 96% sehingga termasuk pada kualifikasi rdquo sangat valid rdquo . Hasil validasi oleh ahli desain media diperoleh nilai kevalidan dengan persentase sebesar 98% sehingga termasuk pada kualifikasi ldquo sagat valid rdquo . Berdasarkan hasil uji validasi bahan ajar yang dinyatakan sangat valid maka bahan ajar digital dapat diujicobakan pada siswa. Selanjutnya uji kelayakan dilakukan pada guru geografi dan 20 siswa kelas XII IPS 2 di SMAN 2 Batu dan diperoleh hasil persentase sebesar 91% sehingga termasuk pada kualifikasi ldquo sangat layak/sangat menarik rdquo . Bahan ajar digital pada penelitian dan pengembangan ini memiliki kelebihan yakni dapat memepermudah guru dan siswa dalam proses pembelajaran karena berbentuk digital serta dapat menarik minat belajar siswa karena bersifat interaktif. Kelemahan dari bahan ajar digital ini adalah pendalaman materi yang terbatas membutuhkan perangkat lain dalam penggunaannya dan kurang efektif jika digunakan secara bersama-sama lebih dari dua siswa pada satu layar PC laptop dan smartphone. Melihat beberapa kelemahan dari bahan ajar digital yang dibuat oleh peneliti maka perlu adanya penelitian yang lebih lanjut.