Skripsi
Pengembangan bahan ajar digital page flip sub materi mobilitas penduduk dan tenaga kerja berbasis STEM dilengkapi matrix code / Edwin Budi Prastyo
Abstrak
Pembelajaran abad 21 menekankan guru untuk mengintegrasikan penggunakan sumber belajar dengan teknologi dalam pembelajaran. Salah satu komponen sumber belajar yang tidak dapat dipisahkan dalam proses pembelajaran adalah bahan ajar. Bahan ajar merupakan salah satu komponen penting dalam tercapainya tujuan pembelajaran. Namun fakta dilapangan membuktikan dalam pembelajaran masih banyak yang menggunakan bahan ajar konvensional sehingga informasi yang di dapatkan hanya memuat pengetahuan saja. Penelitian pengembangan ini menghasilkan bahan ajar digital sub materi mobilitas penduduk dan tenaga kerja berbasis STEM dilengkapi Matrix Code. Penelitian ini menggunakan alur penelitian ADDIE yaitu (1) analisis kurikulum analisis kebutuhan siswa dan analisis karakteristik siswa. (2) Selanjutnya perancangan dilakukan dengan menentukan unsur-unsur yang dibutuhkan dalam penyusunan bahan ajar digital. Menurut Prastowo (2014) yaitu judul petunjuk kompetensi dasar informasi pendukung serta evaluasi atau latian soal. (3) tahap pembuatan bahan ajar (layouting). (4) uji coba kepada validator desain validator materi dan siswa. (5) analisis hasil uji coba produk. Hasil pada uji coba membuktikan bahwa persentase kelayakan bahan ajar digital yaitu 89%. Artinya bahan ajar digital tersebut sangat layak digunakan. Pada hasil uji coba pemahaman siswa dalam rentang interval skor 76-100 mendapat persentase sebesar 77%. Artinya pemahaman siswa memiliki tingkat pemahaman yang tinggi. Pada produk pengembangan bahan ajar digital sub materi mobilitas penduduk dan tenaga kerja memiliki beberapa kekurangan yaitu (1) saat membuka pada Handphone (HP) harus mengubah rotasi layar menjadi landscape (2) jika rotasi layar tidak di miringkan/landscape maka beberapa gambar halaman akan terpotong. (3) fitur matrix code ketika dibuka di HP harus menggunakan HP lain untuk akses scan. Pada poin 1 dan 2 peneliti memang sengaja mendesain gambar halaman menyatu per page agar terlihat lebih menarik. Namun pada poin ke-3 diharapkan peneliti selanjutnya dapat mengupayakan sistem matrix code agar siswa lebih mudah dalam mengakses tanpa harus menggunakan dua HP.