Skripsi
Analisis strategi pengembangan usaha makanan ringan alen-alen dalam menghadapi persaingan usaha di Desa Bendorejo Kecamatan Pogalan Kabupaten Trenggalek / Nurul Marwia Hasnita
Abstrak
RINGKASAN Marwia Hasnita Nurul. 2020. Analisis Strategi Pengembangan Usaha Makanan Ringan Alen-alen dalam Menghadapi Persaingan Usaha di Desa Bendorejo Kecamatan Pogalan Kabupaten Trenggalek.. Skripsi. Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang. Pembimbing Drs. Hari Wahyono M.Pd. Kata Kunci Strategi Pengembangan Alen-alen Persaingan Usaha UMKM merupakan usaha perdagangan yang dikelola oleh badan usaha atau perorangan yang merujuk pada usaha ekonomi produktif. Pada saat ini Indonesia dan ASEAN sedang memasuki era MEA yang dimana arus globalisasi sangat kuat. Setiap orang bebas memasarkan produknya sampai ke lingkup ASEAN. Pengembangan pemasaran bagi para pelaku usaha akan membantu penjualan. Namun kondisi ini juga dapat menimbulkan permasalahan seperti persaingan usaha. Porter (1980 4) menjelaskan model lima kekuatan (five forces model) yang mempengaruhi persaingan terdiri dari persaingan antar pesaing dalam industri yang sama (rivalry among competition) ancaman masuknya pendatang baru (Threat of Entry) ancaman barang subtitusi (produk pengganti) daya tawar pembeli / konsumen dan daya tawar penyedia input (pemasok). Dalam mengatasi persaingan yang cukup besar pemilik usaha UMKM memiliki strategi sendiri. Fokus penelitian untuk mengungkapkan Bagaimanakah strategi pengembangan usaha alen-alen Desa Bendorejo dalam menghadapi persaingan usaha. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menguraikan strategi-strategi yang diambil pelaku usaha. Adapun sumber data yang digunakan menggunakan data primer dan sekunder. Dimana data primer tersebut mewawancara dengan informan terkait sedangkan data sekunder merupakan data penguat yaitu berupa photo dilapangan. Informan yang diambil oleh peneliti sejumlah tiga orang. Hasil Penelitian mengungkapkan bahwa strategi yang efektif dalam mengembangkan usaha sebagaimana berikut 1) Memaksimalkan Produksi 2) Mengikuti Pameran 3) Mempertahankan Kualitas Produk 4.) Inovasi produk 5) Memberikan Pelatihan 6) Memanfaatkan lebih dari satu Media Sosial 7) Memanfaatkan pemasaran baik online maupun offline. Yang mana hal tersebut sudah dijalankan dengan cukup baik. Meskipun media sosial belum begitu digunakan dengan maksimal pemasaran offline yang lain telah memberikan pengaruh yang cukup besar dalam penjualan produk. Dampak yang dirasakan oleh Pemilik usaha adalah sebagai berikut 1) Mempermudah pemasaran 2) Mempercepat Komunikasi 3) Memperluas Relasi 4) Menaikan Omset 5) Mudah dan efisien sedangkan dampak negatif sebagaimana berikut persaingan usaha.