UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Studi interaksi sosial siswa tunarungu pada masa transisi di lingkungan sekolah / Siti Maisaroh

Maisaroh, Siti - Nama Orang;

Abstrak
Maisaroh Siti. 2020. Studi Interaksi Sosial Siswa Tunarungu pada Masa Transisi di Lingkungan Sekolah. Skripsi Jurusan Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. M. Shodiq AM M.Pd (II) Dimas Arif Dewantoro M.Pd. Kata Kunci interaksi sosial masa transisi tunarungu Terdapat beberapa siswa baru di SDLB YPTB Malang yang sedang berada di masa transisi dari sekolah lama ke sekolah baru. Adanya interaksi sosial antara anak tunarungu di masa transisi dengan lingkungan sosial baru tentu memerlukan adanya penyesuaian. Berhasil atau tidaknya penyesuaian diri sangat dipengaruhi oleh banyak faktor diantaranya pengalaman kemampuan penyesuaian diri hingga culture lingkungan baru yang mendukung bagi individu yang bersangkutan untuk beradaptasi. Tujuan penelitian ini adalah guna mengetahui bagaimana gambaran interaksi sosial yang dilakukan anak tunarungu yang beradada pada masa transisi perpindahan dari sekolah lama ke sekolah yang baru ditinjau dari bentuk kontak sosial proses komunikasi dan interaksi sosial asosiatifnya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Penelitian di lakukan di SDLB YPTB Malang di kelas II dan III data yang diperoleh bersumber dari wali kelas II dan III serta wali murid dari subjek yang bersangkutan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan anak tunarungu dalam melakukan interaksi sosial pada masa transisi di lingkungan sekolah baru berbeda-beda. Hal ini didasari oleh kemauan siswa berbaur dengan lingkungan baru seperti subjek S yang mau untuk berinteraksi dengan lingkungannya sedangkan subjek K tidak mau untuk melakukan kontak sosial seperti bersentuhan baik dengan teman maupun dengan guru jenis komunikasi yang dikuasai oleh siswa berupa bahasa isyarat SIBI dan BISINDO penggunaan bahasa oral juga merupakan faktor kelancaran dalam membangun komunikasi kemampuan S dalam melakukan komunikasi baik dengan isyarat maupun oral sudah cukup baik ketika berada di lingkungan sekolah baru sedangkan k menurut guru kelas masih kurang kaya dalam penguasaan kosakata sehingga kesulitan dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitar berbeda dengan S yang bisa secara lancar berinteraksi dengan sekitar hingga bisa terjadi interaksi sosial yang baik. Interaksi sosial yang ideal ditandai dengan adanya interaksi sosial asosiatif yang dapat membangun hubungan baik dengan sekitarnya seperti kerja sama dengan individu maupun kelompok.


Informasi Detail
DDC
Rs 371.912 MAI s
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Luar Biasa, 2020.
Deskripsi Fisik
xiii, 74 lembar: il., tab.; 30 cm
Bahasa
Indonesia
No Reg
00221/KI/21
Edisi
Skripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang. 2020
Subjek
1. ANAK TUNARUNGU - SOSIAL, INTERAKSI
2. DEAF CHILDREN - SOCIAL INTERACTION

Pembimbing
1. M. Shodiq; 2. Dimas Arif Dewantoro
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik