UPT Perpustakaan UM

  • Beranda
  • Informasi
  • Repository UM
  • SIPADU UM
  • OPAC SIPADU

Pencarian Spesifik

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title

Skripsi

Makna ritus kerubuhan gunung dalam perkawinan Jawa di Desa Wringin Agung, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember / Alfian Adi Firdaus

Firdaus, Alfian Adi - Nama Orang;

Abstrak
ABSTRAK Firdaus Alfian Adi. 2020. Makna Ritus Kerubuhan Gunung Dalam Perkawinan Jawa di Desa Wringin Agung Kecamatan Jombang Kabupaten Jember. Skripsi Program Studi Pendidikan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing 1 Dr. Abdul Latif Bustami M.Si Pembimbing 2 Luhung Achmad Perguna S.Sos. M.A Kata kunci kerubuhan gunung perkawinan prosesi Tradisi kerubuhan gunung merupakan adat perkawinan budaya jawa yang dapat terjadi apabila salah satu anggota keluarga ( bertempat tinggal satu atap ) dari calon kedua mempelai meninggal dunia. Diadakannya prosesi pelaksanaan tradisi kerubuhan gunung di Desa Wringin Agung sebagai upaya pelestarian budaya lokal. Tujuan Penelitian ini adalah (1) Memahami prosesi pelaksanaan ritus Kerubuhan Gunung dalam perkawinan jawa di desa Wringin Agung Kecamatan Jombang Kabupaten Jember (2) Mendiskripsikan makna ritus Kerubuhan Gunung dalam perkawinan jawa di desa Wringin Agung Kecamatan Jombang Kabupaten Jember. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Lokasi penelitian di Desa Wringin Agung Kabupaten Jember. Desa Wringin Agung dipilih karena latar belakang kehidupan peneliti yang berasal dari daerah Jember dan dapat berinteraksi menggunakan bahasa daerah. Teknik pengumpulan data yang dipilih menggunakan dokumentasi observasi dan wawancara. Teori yang digunakan untuk menganalisa adalah ritus daur hidup oleh Van Gennep dan interaksi simbolik dikemukakan oleh Herbert Blumer. Berdasarkan hasil peneltian bahwasanya (1) prosesi pernikahan yang sedang dilanda kerubuhan gunung. Yang bersangkutan memiliki 3 opsi terkait kelangsungan hubungan kedua mempelai. Yang pertama nikah mayit. Kedua tetap menikah tapi dengan syarat yang sudah dipercayai dan dilakukan secara berulang-ulang Ketiga penundaan pernikahan sampai melewati bulan muharram (2) masyarakat Desa Wringin Agung memahami ritus kerubuhan gunung sebagai mitos itu dengan alasan salah satu bentuk toleransi sebagai alat pengikat kelompok untuk mempertahankan keharmonisan ketentraman dalam berkeluarga. Disisi lain ada juga masyarakat Desa Wringin Agung memahami ritus kerubuhan gunung sebagai budaya yang dicetuskan para leluhur/nenek moyang dengan alasan salah satu tindakan mengikuti ajaran nenek moyang/leluhur dan melestarikan kebudayaan lokal.


Informasi Detail
DDC
Rs 392.5095982 FIR m
Prodi
Universitas Negeri Malang. Program Studi Pendidikan Sosiologi, 2020.
Deskripsi Fisik
xi, 117 lembar: ill. , tab. ; 30 cm
Bahasa
Indonesia
No Reg
00264/KI/21
Edisi
Skripsi (Sarjana)--Universitas Negeri Malang. 2020
Subjek
1. PERKAWINAN ADAT, MAKNA RITUS KERUBUHAN GUNUNG (KABUPATEN JEMBER)
2. PERKAWINAN ADAT, MAKNA RITUS KERUBUHAN GUNUNG (KABUPATEN JOMBANG)
3. TRADITIONAL MARRIAGE, MAKNA RITUS KERUBUHAN GUNUNG (JEMBER DISTRICT)
4. TRADITIONAL MARRIAGE, MAKNA RIT

Pembimbing
1. Abdul Latif Bustami; 2. Luhung Ahmad Perguna
Lampiran Berkas
You must be logged in to get fulltext


UPT Perpustakaan UM
  • Berita

Tentang Kami

TIM IT Perpustakaan 2023

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik