Skripsi
Dinamika konflik pembebasan lahan pada pembangunan bandara Kediri (studi kasus: Desa Bulusari Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri) / Yogi Dwi Maulana Ibrahim
Abstrak
ABSTRAK Dwi Yogi. 2020. Dinamika Konflik Pembebasan Lahan pada Pembangunan Bandara Kediri (Studi Kasus Desa Bulusari Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri) Skripsi Jurusan Sosiologi Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Negeri Malang Pembimbing (1) Drs. Nur Hadi M.Pd M.Si (2) Abdul Kodir S.Sosio M.Sosio. Kata Kunci Bandara Konflik Pembebasan Lahan. Infrastruktur merupakan hal yang penting untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan perlu perhatian khusus dalam proses pembangunannya salah satunya yaitu Bandara. Berbagai hambatan telah dilalui dalam tahapan pembangunan Bandara terutama pada proses pembebasan lahan. Pada upaya pembebasan lahan ini sering terjadi konflik penolakan oleh warga atas fungsi lahan yang akan dibebaskan dan nilai harga yang telah ditetapkan. Salah satu konflik pembebasan lahan tersebut terjadi di Desa Bulusari pada proyek pembangunan Bandara Kediri. Tulisan ini berusaha mengulas mengenai konflik yang terjadi pada upaya pembebasan lahan di Desa Bulusari. Terdapat 2 rumusan masalah dalam penelitian yaitu 1 Apa latar belakang terjadinya konflik masyarakat Desa Bulusari Kecamatan Tarokan dengan panitia pengadaan proyek Bandara Kediri 2) Bagaimana dinamika konflik yang terjadi antara masyarakat Desa Bulusari Kecamatan Tarokan dengan panitia pengadaan proyek Bandara Kediri Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara terbuka dan mendalam pengamatan dan dokumentasi yang diambil dalam bentuk foto maupun audio. Lokasi penelitian ini dilakukan di Desa Bulusari Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri. Analisis data yang digunakan adalah dengan mengatur dan menyiapkan data mentah (raw data) menemukan kata kunci menganalisis terperinci melalui pengkodean menuliskan model atau narasi yang ditemukan pemaknaan dengan menghubungkan temuan lapangan dengan teori dan kajian pustaka untuk selanjutnya diambil kesimpulan. Sedangkan keabsahan data diperiksa dengan menggunakan teknik triangulasi yaitu membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda. Dari penelitian yang telah dilakukan mendapatkan hasil tentang latar belakang terjadinya konflik ini berawal dari pembebasan lahan yang tidak transparan dilanjutkan dengan panitia pembebasan lahan melakukan pengukuran atau tracking dimana terindikasi dua pemakam yaitu makam Dusun Pojok dan Dusun Bulusari Utara serta pondok pesantren madrasah ibtidaiyah (MI) dan masjid Dusun Bulusari Utara terkena pembebasan lahan sehingga akan ikut di bongkar dan di pindahkan Dinamika konflik yang terjadi yaitu konflik ini bersumber dari pihak pengadaan proyek yaitu PT. BDI dalam rencana pembebasan lahan dilanjut aktor-aktor yang terlibat dalam hal ini pihak pemerintah desa kecamatan sampai kabupaten kejaksaan koramil polsek BPN serta DPRD.