Skripsi
Makna simbolik dalam proses interaksi sosial perilaku remaja pada kelompok teman sebaya (geng) di SMA Negeri 1 Gondanglegi / Singgi Prasetya Devi
Abstrak
Kelompok teman sebaya merupakan sekumpulan orang-orang dengan tingkat usia yang relatif sama. Kelompok teman sebaya khususnya dalam usia remaja membentuk sebuah hubungan pertemanan yang dapat memainkan peran kunci dalam membuat seseorang menemukan jati dirinya. Sehingga sebagian besar kelompok teman sebaya mampu mempengaruhi sikap memberikan pembelajaran dan pengalaman mempengaruhi nilai-nilai yang dianut hingga mempengaruhi gaya hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses terbentuknya kelompok teman sebaya (geng) dan makna simbolik yang terkandung dalam interaksi sosial antar anggota kelompok teman sebaya (geng) di SMA Negeri 1 Gondanglegi Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis deskriptif. Proses penggalian data menggunakan teknik observasi wawancara secara mendalam dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Gondanglegi dan Desa Gondanglegi Kulon dan Wetan Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang. Teknik analisis data dilakukan dengan tahapan reduksi data sajian data dan penarikan kesimpulan. Sedangkan untuk keabsahan data menggunakan ketekunan pengamatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terbentuknya geng atau kelompok teman sebaya didasarkan pada intensitas interaksi baik secara langsung maupun tidak langsung yang cukup sering geng terbentuk sebagai usaha untuk mempermudah obrolan bersama melalui group di media sosial sehingga tidak perlu melakukan chat pribadi ke siswa yang lain kesamaan hobi hingga kemudahan dalam berkoordinasi untuk nongkrong dan bermain game online. Geng memiliki makna yang kuat bagi siswa SMA Negeri 1 Gondanglegi sebagai bentuk pengakuan atas keberadaan anggota di dalam geng. Geng juga memiliki makna sebagai tameng perlindungan ketika anggota dari geng yang bersangkutan memiliki permasalahan dengan siswa dari geng lain. Grup di media sosial memiliki makna sebagai perantara agar interaksi tetap terjalin antar anggota sesama geng meskipun tidak dilakukan secara langsung. Fashion yang digunakan anggota geng merupakan bentuk branding dari keberadaan geng mereka. Saran yang bisa diberikan bagi geng siswa adalah melakukan kegiatan yang produktif dan bermanfaat pihak sekolah memperhatikan para geng agar tidak berperilaku negatif dan penelitian selanjutnya bisa memperdalam persepsi dari para orang tua yang anaknya terlibat dalam geng.