Skripsi
Faktor-faktor yang mempengaruhi intensi whistleblowing di bidang keuangan (studi pada perangkat desa di Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang) / Mochamad Anang Ma\'ruf
Abstrak
Whistleblowing merupakan usaha untuk melaporkan sebuah kecurangan yang telah diketahui oleh seorang individu/kelompok. Intensi Whistleblowing adalah kecenderungan seorang individu/kelompok untuk melakuka whistleblowing. Terdapat dua jenis whistleblowing dari jenis saluran pelaporan yaitu whistleblowing internal dan eksternal. Beberapa faktor yang mempengaruhi intensi whistleblowing adalah personal cost seriousness of wrongdoing dan komitmen organisasi. Penelitian ini menggunakan subyek penelitian perangkat desa di Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang. Rancangan penelitian dimulai dengan tahap convenience sampling yaitu pengambilan sampel yang sesuai dengan ketentuan atau kriteria sampel dari populasi yang mudah didapat. Data yang didapat diolah menggunakan analisis regresi linear berganda. Analisis regresi linear berganda digunakan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh antara variabel bebas (personal cost seriousness of wrongdoing dan komitmen organisasi) dengan variabel terikat yaitu intensi whistleblowing. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komitmen organisasi mempengaruhi intensi whistleblowing subyek penelitian. Hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat komitmen organisasi subyek penelitian maka semakin tinggi intensi whistleblowing ketika mengetahui sebuah kecurangan. Implikasi dari penelitian ini adalah pemerintah khususnya pemerintah desa dapat meningkatkan komitmen organisasi perangkat desa untuk meningkatkan intensi whistleblowing. Dengan meningkatnya intensi whistleblowing perangkat desa dapat melaporkan kecurangan dan membantu pemerintah desa menghindari kerugian yang potensial.