Skripsi
Hubungan antara penyesuaian diri dan kecenderungan stress pada penyandang disabilitas fisik non bawaan di Kota Malang / Karimah Sekar Sedanti
Abstrak
Seseorang yang mengalami disabilitas fisik non bawaan dapat merasa tertekan karena tubuhnya yang awalnya dalam keadaan baik dan bisa dipakai sesuai fungsinya menjadi terluka atau bahkan hilang sama sekali sehingga gejala-gejala psikologis juga terlihat seperti keadaan emosi yang tidak stabil. Terkait dengan hal tersebut penelitian ini dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap (1) deskripsi tingkat Penyesuaian Diri pada penyandang disabilitas fisik non bawaan di Kota Malang (2) deskripsi tingkat Stress pada penyandang disabilitas fisik non bawaan di Kota Malang dan (3) Hubungan antara kemampuan penyesuaian diri dan stress penyandang disabilitas fisik non bawaan di kota Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan rancangan korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah penyandang disabilitas fisik non bawaan di Kota Malang dengan ciri-ciri subjek (1) penyandang disabilitas fisik non bawaan (2) jenis kelamin laki-laki dan perempuan (3) berada di usia produktif 15-64 (4) mengalami disabilitas 6-24 bulan dan (5) tinggal di kota Malang. Penentuan sampel dengan purposive sampling. Kriteria samplingnya adalah penyandang disabilitas fisik non bawaan yang masih melakukan rehabilitasi medik atau melakukan kontrol kesehatan ke dokter ataupun rumah sakit masih mengkonsumsi obat-obatan dokter untuk pemulihan atau pencegahan. Jumlah sampel penelitian yakni sebanyak 70 orang penyandang disabilitas fisik non-bawaan. Instrumen pengukuran Penyesuaian Diri dan Stress keduanya menggunakan angket yang berturut-turut memiliki reliabilitas (Alpha Cronbach) sebesar 0 929 dan 0 909. Analisis data menggunakan teknik analisis korelasi Product Moment berbantuan software SPSS. Hasil penelitian (1) dari 70 responden untuk deskripsi variabel penye-suaian diri nilai skor tinggi sebanyak 18 orang (25 8%) sedang sebanyak 40 orang(57 1%) rendah sebanyak 12 orang (17 1%) (2) dari 70 responden untuk deskripsi variable stress nilai skor tinggi sebanyak 15 orang (21 5%) sedang sebanyak 27 orang (38 5%) dan skor rendah sebanyak 28 orang (40%) dan (3) berdasarkan hasil analisis korelasi diperoleh nilai r sebesar -0 583 dengan nilai signifikansi (p) 0 000 lt 0 05. Nilai r tersebut mengungkap hasil tingkat penyesuaian diri penyandang disabilitas non bawaan mayoritas sedang dan tingkat stress penyandang disabilitas non bawaan mayoritas rendah.