Skripsi
Nilai-nilai budaya pada tradisi nyadran di sumber air Jenon Desa Gunungronggo Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang / Lingga Pratama Winarko
Abstrak
Tradisi Nyadran merupakan suatu tradisi ungkapan rasa syukur atas kelimpahan rezeki baik dari hasil panen serta desa yang dianugerahi kerukunan masyarakatnya yang terjaga serta untuk mengingat jasa-jasa sang pendiri desa yakni Mbah Wirogati yang telah mewariskan kepada masyarakat desa sebuah sumber air yang memberikan manfaat yang luar biasa bagi masyarakat desa hingga saat ini yang dimanfaatkan untuk mengairi persawahan warga serta digunakan untuk kehidupan sehari-hari. Selain itu tradisi ini juga digunakan sebagai sarana pengusiran hal-hal negatif agar tidak menimpa desa seperti wabah penyakit maupun musibah seperti gagal panen. Tujuan dari penelitian mengenai tradisi Nyadran ini adalah untuk mengetahui (1) Asal Usul munculnya tradisi Nyadran di Sumber Air Jenon Desa Gunungronggo Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang (2) Prosesi Pelaksanaan Tradisi Nyadran di Sumber Air Jenon Desa Gunungronggo Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang. (3) Nilai-Nilai Budaya yang terkandung dalam Tradisi Nyadran di Sumber Air Jenon Desa Gunungronggo Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang (4) Implementasi Nilai-Nilai Budaya yang terkandung dalam Tradisi Nyadran di Sumber Air Jenon Desa Gunungronggo Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang dalam kehidupan sosial masyarakat. Peneliti dalam melakukan penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif karena peneliti ingin mendeksripsikan nilai-nilai budaya yang terkandung dalam tradisi Nyadran. Pada penelitian ini peneliti hadir secara langsung untuk menggali data yang diperlukan. Lokasi penelitian berada di Sumber Air Jenon dan balai Desa Gunungronggo Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang. Sumber data yang digunakan adalah informan peristiwa dan dokumen. Instrumen penelitian ini adalah peneliti itu sendiri yang secara langsung datang ke lokasi penelitian untuk menggali data yang dibutuhkan. Prosedur pengumpulan data menggunakan teknik observasi wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan Miles Huberman. Pengecekan keabsahan data pada penelitian ini menggunakan perpanjangan keikutsertaan ketekunan dan keajegan pengamatan dan triangulasi sumber. Hasil penelitian yang telah didapatkan oleh peneliti dapat dijabarkan sebagai berikut pertama asal usul tradisi Nyadran di sumber air Jenon Desa Gunungronggo ini adalah berkat kesuksesan ikhtiar sang bedah krawang desa atau pendiri desa yakni Mbah Wirogati dalam melakukan pertapaan untuk memohon kepada Allah SWT diberikan sebuah sumber mata air yang tidak akan pernah kering dan dapat dimanfaatkan hingga anak cucu mendatang. Karena keberhasilannya tersebut memberikan warisan sumber mata air serta kesuburan serta kerukunan desa maka setiap tahun Desa Gunungronggo menyelenggarakan tradisi Nyadran selain sebagai wujud rasa syukur atas kelimpahan rezeki juga untuk mengenang jasa-jasa Mbah Wirogati. Kedua prosesi pelaksanaan tradisi Nyadran terbagi menjadi beberapa tahap yakni tahap persiapan untuk membentuk panitia menentukan hari dan lainnya tahap pelaksanaan mulai dari ritualan hingga acara inti yakni arakan ancak mendri dan diakhiri dengan tahap akhir atau selamatan. Ketiga nilai-nilai budaya yang terkandung dalam tradisi Nyadran ini adalah nilai syukur nilai gotong royong nilai cinta atau peduli lingkungan dan nilai kerukunan. Keempat Implementasi nilai-nilai budaya dalam tradisi Nyadran di Sumber Air Jenon Desa Gunungronggo Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang dalam kehidupan sosial masyarakat Gunungronggo. Saran yang diberikan oleh peneliti setelah melakukan penelitian mengenai tradisi Nyadran ini yang pertama kepada pihak Desa Gunungronggo untuk lebih mempromosikan kembali pelaksanaan tradisi-tradisi yang ada di desa untuk menarik minat wisatawan luar desa bahkan luar wilayah Malang sehingga mampu memberikan nilai lebih bagi desa serta mampu mendongkrak ekonomi desa. Kedua bagi Pemerintah Kabupaten Malang untuk turut serta membantu pelestarian adat Nyadran ini sebagai kearifan lokal Desa Gunungronggo baik dalma bidang pendanaan maupun lain-lainnya. Budaya yang dilestarikan dengan baik mampu menghidupkan potensi wisata bagi suatu desa. Ketiga bagi insan pendidikan agar lebih meningkatkan dalam melakukan kajian atau penelitian untuk mengkaji potensi-potensi yang ada dalam tradisi tertentu. Hasil penelitian tersebut dapat dipublikasikan secara luas untuk menambah wawasan wawasan masyarakat mengenai pentingnya melestarikan suatu budaya serta menggali potensi yang ada.