Skripsi
Pengaruh infusi berpikir kritis terhadap keterampilan berpikir transdisipliner siswa kelas X MIPA 4 SMA Negeri 8 Malang pada pembelajaran biologi / Firdaus
Abstrak
Firdaus. 2020. Pengaruh Infusi Berpikir Kritis terhadap Keterampilan Berpikir Transdisipliner Siswa Kelas X MIPA 4 SMA Negeri 8 Malang pada Pembelajaran Biologi. Skripsi Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Prof. Dr. Hadi Suwono M.Si. Kata Kunci keterampilan berpikir transdisipliner berpikir kritis infusi Salah satu kecakapan hidup (life skill) yang perlu dikembangkan melalui proses pendidikan adalah keterampilan berpikir. Fokus utama untuk mengembangkan keterampilan berpikir dapat ditemukan dalam komponen transdisipliner. Keterampilan berpikir transdisipliner membantu seseorang untuk menghadapi masalah kompleks dalam kehidupan yang membutuhkan integrasi pengetahuan di segala aspek. Keterampilan berpikir transdisipliner dapat dikembangkan maupun ditingkatkan melalui pembelajaran abad 21 khususnya critical thinking. Berfikir kritis merupakan dasar dalam berfikir yang sangat komprehensif dan tidak hanya interdisiplin ataupun multidisiplin tetapi transdisiplin. Siswa dapat menguasai keterampilan berpikir apabila guru ikut andil dalam mengajarkan dan membantu siswa mengggunakan keterampilan berpikirnya selama pembelajaran. Teaching Thinking Skill dapat membantu siswa memiliki kualitas berpikir yang lebih baik dari sebelumnya. Diperlukan suatu integrasi mengajar antara keterampilan berpikir dengan pembelajaran di kelas pendekatan ini disebut dengan infusi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh infusi berpikir kritis terhadap keterampilan berpikir transdisipliner siswa kelas X MIPA 4 SMA Negeri 8 Malang pada pembelajaran biologi. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian pre-experimental dengan metode one group pretest posttest design. Populasi dalam peneltian ini yaitu siswa kelas X MIPA SMAN 8 Malang. Kelompok kelas yang diteliti adalah kelas X MIPA 4 SMAN 8 Malang dengan 29 siswa. Sumber data kuantitatif diukur menggunakan soal essay yang diberikan sebagai pre-test dan post-test. Data dianalisis dengan menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk. Selanjutnya pengaruh pada variabel dilihat dari hasil uji T berpasangan (Paired Sample Test). Siswa akan mengerjakan soal pre-test di awal pembelajaran dan post-test di akhir pembelajaran. Pada masing-masing KD di pertemuan pertama siswa akan menentukan reliabilitas sumber (realibility of sources) dari beberapa sumber informasi. Pada pertemuan kedua siswa akan menjelaskan sebab akibat (causal explanation) dari beberapa artikel. Beberapa sumber informasi dan artikel tersebut akan diberikan untuk kemudian dianalisis menggunakan diagram thinking. Sumber data kualitatif diperoleh dari catatan lapangan hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran dan reflective essay. Sumber data tersebut akan memberikan data pendukung untuk menjelaskan dampak infusi berpikir kritis pada siswa. Reflective essay dimaksudkan untuk menganalisis kesesuaian dan ketimpangan antara persepsi guru dan siswa dari keterlaksanaan infusi berpikir kritis dan keterampilan berpikir transdispliner. Peneliti menggunakan 5 indikator berpikir transdispliner untuk mengkategorikan efek dari infusi berpikir kritis selama analisis data kualitatif. Hasil uji hipotesis diketahui nilai signifikansi yang diperoleh (0.000) lt alpha (0.05) sehingga dapat diartikan bahwa ada pengaruh infusi berpikir kritis terhadap keterampilan berpikir transdisipliner kelas X SMAN 8 Malang pada pembelajaran biologi.