Skripsi
Persepsi pemustaka terhadap kinerja pustakawan di Perpustakaan Umum Mastrip Jombang / Muhamad Irchamni
Abstrak
ABSTRAK Irchamni Muhamad. 2019. Persepsi Pemustaka Terhadap Kinerja Pustakawan di Perpustakaan Umum Kabupaten Jombang Malang. Skripsi Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Kusubakti Andajani M.Pd (II) Amalia Nurma Dewi M.Hum Kata Kunci Persepsi Kinerja pustakawan Perpustakaan umum Penyelenggaraan perpustakaan yang dilakukan oleh pemerintah berperan sebagai pusat sumber informasi bagi semua masyarakat umum yang berada di lingkungan tersebut. Seiring dengan semakin banyaknya masyarakat yang datang ke perpustakaan pustakawan diharapkan agar selalu memberikan pelayanan yang optimal agar pemustaka merasa nyaman dan betah. Selain itu pelayanan yang optimal diharapkan juga akan menimbulkan persepsi yang positif yang diberikan pemustaka terhadap pustakawan. Perpustakaan Umum Kabupaten Jombang mempunyai beberapa layanan yang bisa dirasakan secara lansung oleh pemustaka mulai dari layanan sirkulasi layanan refrensi layanan akses internet dan layanan audio visual. Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan didapatkan beraneka ragam jawaban tentang kinerja pustakawan beberapa pemustaka sudah merasa puas terhadap kinerja yang diberikan akan tetapi masih ada juga beberapa pemustaka yang menilai bahwa kinerja yang diberikan masih sangat kurang. Kinerja yang menurut beberapa pemustaka sudah baik meliputi suasana ruang kenyamanan kebersihan dan ketanggapan pustakawan dalam membantu pemustaka. Selanjutnya kinerja yang menurut pemustaka kurang memuaskan meliputi penataan buku yang acak-acakan koleksi fiksi yang tergolong lama dan pustakawan masih kurang aktif dalam membantu dan memberikan informasi kepada pemustaka. Penelitian ini menghasilkan lima jawaban. Pertama Persepsi Pemustaka Terhadap kinerja pustakawan dilihat dari aspek Bukti Fisik (Tangibles) masuk dalam kategori cukup dengan rata-rata 53%. Kedua Persepsi Pemustaka Terhadap kinerja pustakawan Empati (Emphathy) yakni dikategorikan cukup dengan rata-rata 64.3%. Ketiga Persepsi Pemustaka Terhadap kinerja pustakawan dilihat dari aspek Daya Tanggap (Responsiveness) yakni dikategorikan cukup dengan rata-rata 58%. Keempat Persepsi Pemustaka Terhadap kinerja pustakawan dilihat dari aspek Kehandalan (Reability) yakni dikategorikan cukup dengan rata-rata 57.7%. Kelima Persepsi Pemustaka Terhadap kinerja pustakawan dilihat dari aspek Jaminan (Assurance) yakni dikategorikan cukup dengan rata-rata 57%. Saran penelitian yang diberikan adalah Pihak pustakawan sebaiknya selalu memperhatikan aspek bukti fisik (tangible) yang meliputi cara berpakaian kenyamanan ruang kebersihan di dalam ruang penataan ruang kerapian penataan buku meskipun sudah masuk dalam kriteria cukup akan tetapi hanya aspek ini yang memiliki persentase terendah yaitu 53% . Selanjutnya yang harus diperhatikan lagi yaitu perlu adanya pembaharuan buku secara berkala banyak pemustaka yang mengeluhkan tentang bahan koleksi fiksi seperti novel cerpen dan dongeng yang menurut pemustaka sudah cukup lama dan pemustaka sudah merasa bosan tentang hal tersebut. Selain kedua hal tersebut dirasa pemustaka sudah baik. Oleh karena itu pihak pustakawan harus selalu mengoptimalkan kinerja yang mereka berikan serta harus meningkatkan kinerja tersebut agar persepsi yang diberikan oleh pemustaka tidak berubah.