Skripsi
Penerapan video interaktif Mandarin corner untuk melatih keterampilan menyimak Bahasa Mandarin siswa kelas X MAN 1 Probolinggo / Novia Kurniawati
Abstrak
RINGKASAN Kurniawati Novia. 2020. Penerapan Video Interaktif Mandarin Corner untuk Melatih Keterampilan Menyimak Bahasa Mandarin Siswa Kelas X MAN 1 Probolinggo. Skripsi. Program Studi Pendidikan Bahasa Mandarin Jurusan Sastra Jerman Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Lilis Afifah S.Pd M.Pd. (II) Karina Fefi Laksana Sakti S.Pd. MTCSOL. Kata Kunci Video Interaktif Mandarin Corner Keterampilan Menyimak Bahasa Mandarin Siswa Kelas X Mandarin Corner merupakan youtube channel yang dibuat oleh Syakcin seorang lulusan dari Capital Normal University Beijing pada 4 Januari 2017 dengan jumlah pengikut sebanyak 172 ribu subscriber. Video Interaktif Mandarin Corner dapat diterapkan untuk melatih keterampilan menyimak pembelajar bahasa Mandarin dari tingkat awal setara dengan HSK 1 hingga tingkat akhir setara dengan HSK 6. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan media video interaktif Mandarin Corner untuk melatih keterampilan menyimak siswa kelas X MAN 1 Probolinggo dan mendeskripsikan respons siswa terhadap penerapan media tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas bahasa MAN 1 Probolinggo yang berjumlah 24 orang. Data yang digunakan ialah data hasil observasi dan wawancara. Hasil dari observasi menunjukkan bahwa penerapan video interaktif Mandarin Corner ini yang dilakukan sesuai dengan rencana pembelajaran berjalan dengan lancar dan mendapat respons baik dari seluruh siswa meskipun ada kendala yang peneliti alami ketika menerapkan video interaktif Mandarin Corner. Kendala tersebut adalah karena pembelajaran dilakukan secara online peneliti tidak bisa memantau langsung aktivitas siswa dan proses pembelajaran berjalan lebih lama tidak sesuai target. Berdasarkan hasil wawancara siswa diketahui bahwa dengan media video Mandarin Corner siswa dapat lebih mudah memahami materi pembelajaran menjadi menarik dan tidak membosankan dan membuat mereka lebih semangat untuk belajar bahasa Mandarin.