Skripsi
The perceptions and expectation of undergraduate ELT students\' on the teaching of culture / Nur Auliya Sajidah
Abstrak
RINGKASAN Sajidah Nur Auliya. 2020. Persepsi Dan Ekspektasi Mahasiswa Jurusan Sastra Inggris Terhadap Pengajaran Budaya Dalam Kursus Skil. Skripsi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Jurusan Sastra Inggris Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang.Pembimbing (I) Dr. Francisca Maria Ivone S.Pd M.A. Ph.D. (II) Rahmati Putri Yaniafari S.Pd M.Pd. Kata Kunci budaya bahasa Inggris sebagai bahasa asing pengajaran bahasa Inggris persepsi peserta didik Studi ini bertujuan untuk menginvestigasi persepsi dan ekspektasi dari mahasiwa sastra inggris terhadap pengajaran budaya. Studi ini merupakan studi survei yang memanfaatkan penelitian deskriptif kualitatif sebagai pendekatan untuk mengumpulkan data. Partisipan dalam studi ini berjumlah 240 mahasiswa dari jurusan Sastra Inggris S1 Pendidikan Bahasa Inggris. Mereka adalah angkatan dari 2016 2017 2018 dan 2019. Studi ini mengambil 60 partisipan untuk tiap-tiap angkatan. Instrumen utama untuk pengumpulan data adalah kuesioner. Terdapat 31 pertanyaan close-ended dan 2 pertanyaan open-ended dalam kuesioner yang didistribusikan online melalui Google Form dikarenakan keadaan darurat sewaktu proses pengumpulan data. Ada beberapa aspek yang menjadi focus kuesioner seperti sikap dan persepsi siswa terhadap pembelajaran orang-orang berbahasa Inggris serta budayanya melalui buku teks aspek yang harus diajarkan dalam konteks pembelajaran bahasa Inggris dan ekspektasi terhadap pengajaran budaya dalam konteks pembelajaran bahasa Inggris. Data yang dikumpulkan dari pertayaan tertutup dihitung untuk menemukan nilai tengah dan persentase dari jawaban siswa. Namun untu pertanyaan terbuka peneliti mengklasifikasikan tanggapan menurut blueprint. Selain itu peneliti juga membaca seluruh jawaban dan memutuskan untuk meletakkan jawaban terbanyak dan tersedikit sehingga pola dari jawaban tersebut dapat terlihat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa memiliki persepsi positif terhadap pengajaran budaya yang mana mereka dapat mempelajari budaya orang dan negara berbahasa Inggris di samping budaya asli mereka sendiri. Mereka mulai mempelajari pemahaman budaya dan kesadaran budaya dengan membandingkan keduanya. Mereka lebih suka mengambil kursus budaya dan mempelajari topiknya secara terpisah dan bukan dalam konteks kursus keterampilan. British/American/Australian mata kuliah Cross Cultural Understanding Human and Culture adalah beberapa mata kuliah yang dipilih oleh para siswa karena mereka belajar banyak tentang budaya. Mereka berharap akan ada lebih banyak kursus yang fokus utamanya adalah budaya sehingga mereka tidak hanya belajar bahasa Inggris tetapi juga orang-orang berbahasa Inggris dan budaya negara. Untuk menambah semangat siswa dalam mempelajari budaya penutur asli siswa juga berharap untuk dididik oleh penutur asli. Mereka juga dapat bertukar pikiran atau ide tentang budaya mereka sendiri. Materi otentik juga memainkan peran penting dalam pengajaran budaya. Materi otentik sebagai salah satu media penyaji situasi yang kontekstual kepada siswa atau mendukung kegiatan belajarnya menjadi lebih mudah. Dikarenakan pengajaran budaya sangat penting terutama bagi mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris peneliti mencatat bahwa ada tiga aspek utama yang perlu ditingkatkan. Pertama sangat disarankan untuk memasukkan budaya siswa dalam buku teks bersama dengan budaya Inggris atau Amerika atau negara berbahasa Inggris lainnya. Sehingga siswa tidak hanya mempelajari budaya dari target bahasa tetapi juga budaya mereka sendiri pada saat yang bersamaan. Kedua siswa dididik oleh penutur asli. Penutur asli sebagai model bahasa memiliki keunggulan lebih dibandingkan dengan bukan penutur asli. Mereka memiliki kosakata yang lebih kaya dan mengajar siswa dengan lebih baik tentang cara mengucapkan kata-kata. Terakhir guru masih kurang memaparkan kepada siswa tentang ekspresi budaya lain seperti seni virtual seni klasik prosa puisi dan drama. Berdasarkan hasil di atas peneliti ingin memberikan beberapa saran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Pertama karena peserta didik ingin memiliki akses ke penutur asli namun masih belum dapat terpenuhi guru dapat merancang pelajarannya secara kreatif dengan menggunakan video penutur asli. Kedua guru juga perlu mengeksplorasi ekspresi budaya lain seperti seni sehingga siswa memiliki pengetahuan yang lebih luas terhadap budaya target bahasa. Ketiga para ahli sangat merekomendasikan untuk memasukkan budaya siswa bersama dengan budaya orang-orang berbahasa Inggris dan budaya negara dalam buku teks mereka atau bahkan untuk diajarkan di dalam kelas. Perlu dicatat bahwa penelitian ini masih memiliki beberapa keterbatasan. Pertama karena partisipan penelitian hanya 240 siswa yang dipilih dengan mudah dari populasi yang ada sebaiknya peneliti yang akan datang memiliki lebih banyak responden. Kedua peneliti juga merekomendasikan untuk menyebarkan kuesioner secara offline agar datanya terkumpul secara menyeluruh. Ketiga penelitian ini hanya menyelidiki persepsi siswa yang meliputi sikap terhadap pembelajaran budaya persepsi tentang muatan budaya dalam buku teks aspek yang akan diajarkan dan ekspektasi terhadap pembelajaran budaya. Oleh karena itu penelitian ini masih memerlukan penyelidikan lebih lanjut guna menggali lebih banyak informasi terkait.