Skripsi
Pengembangan suplemen bahan ajar materi mitigasi dan adaptasi bencana alam berdasarkan ancaman bencana / Abdul Barid
Abstrak
Pengembangan suplemen bahan ajar dilatarbelakangi oleh minimnya referensi mengenai bencana alam untuk pembelajaran di kelas. Hasil analisis kebutuhan menemukan bahwa bahan ajar yang digunakan memiliki kekurangan berupa materi yang bersifat umum dan adanya kesalahan konsep. Oleh karena itu diperlukan adanya pengembangan suplemen bahan ajar untuk melengkapi bahan ajar yang digunakan dalam pembelajaran di kelas khususnya materi mitigasi dan adaptasi bencana alam. Pengembangan bahan ajar ini disesuaikan dengan hasil analisis kebutuhan dan KD 3.7 yaitu menganalisis jenis dan penanggulangan bencana alam melalui edukasi kearifan lokal dan pemanfaatan teknologi modern. Pengembangan suplemen bahan ajar mengacu pada model pengembangan Borg and Gall. Model pengembangan Borg and Gall terdiri dari 10 langkah penelitian yang dimodifikasi menjadi 6 langkah menyesuaikan keterbatasan dalam penelitian. Rincian langkah penelitian pengembangan yaitu 1) Penelitian dan pengumpulan data (analisis kebutuhan meliputi angket kebutuhan siswa wawancara guru dan analisis bahan ajar) 2) Perencanaan (tahapan penyusunan rancangan suplemen bahan ajar) 3) pengembangan produk (tahapan penyusunan suplemen bahan ajar) 4) uji coba validator ahli 5) revisi produk berdasarkan hasil validasi 6) produk akhir. Proses uji coba validator ahli produk suplemen bahan ajar terdiri dari ahli materi dan ahli desain. Hasil validator materi memperoleh skor persentase 75% yang menunjukkan bahwa produk termasuk layak digunakan dengan revisi. Proses revisi yang dilakukan meliputi pembaharuan data pembaruan peta konsep dan penambahan daftar rujukan. Tahapan uji coba validator ahli media menghasilkan skor persentase 97 4% yang menunjukkan bahwa produk sangat layak digunakan. Validator ahli media memberikan saran berupa pengaturan margin tabel pengubahan tampilan peta dan penambahan ukuran font pada ilustrasi untuk memudahkan pengguna produk. Uji coba produk terbatas pada ujicoba validasi ahli dikarenakan kondisi yang tidak memungkinkan untuk melakukan ujicoba di sekolah. Tanggapan para ahli melalui tahapan uji validasi produk dapat dinyatakan valid dan dapat digunakan dalam pembelajaran. Saran perbaikan dan pemanfaatan produk suplemen bahan ajar diharapkan dapat diperbaiki. Perbaikan terutama dalam penambahan evaluasi dan data pendukung penjelasan materi.