Skripsi
Hubungan antara komunikasi interpersonal dengan burnout pada karyawan wanita perusahaan swasta Kota Balikpapan / Shania Yuni Wistika
Abstrak
Burnout merupakan suatu keadaan yang berhubungan dengan intensitas tuntutan pekerjaan yang menimbulkan tingkat kelelahan yang berlebihan pada diri pekerja sinisme dan penurunan efikasi kerja Salah satu faktor terjadinya burnout adalah hubungan sosial yang merupakan faktor komunikasi interpersonal. Komunikasi interpersonal adalah proses sosial dimana individu yang terlibat didalamnya saling mempengaruhi satu sama lain. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk (1) Mengetahui gambaran komunikasi interpersonal dan burnout pada karyawan wanita perusahaan swasta Kota Balikpapan (2) Mengetahui hubungan antara komunikasi interpersonal dengan burnout pada karyawan wanita perusahaan swasta di Kota Balikpapan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode deskriptif dan korelasional. Subjek dalam penelitian adalah 285 orang karyawan wanita perusahaan swasta di Kota Balikpapan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian yaitu skala komunikasi interpersonal dan skala burnout. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat hubungan antara komunikasi interpersonal dengan Burnout pada karyawan wanita perusahaan swasta di kota Balikpapan. (2) Sebanyak 2% karyawan wanita mengalami burnout tinggi dan 50 % karyawan wanita mengalami burnout rendah (3) Sebanyak sebagian besar memiliki tingkat komunikasi interpersonal cukup (29%) (2) sebagian besar memiliki tingkat burnout yang rendah (50%) (3) Sebanyak 21% karyawan wanita memiliki tingkat komunikasi interpersonal yang tinggi dan sebanyak 28% memiliki tingkat komunikasi interpersonal rendah. Terdapat hubungan negatif dan signifikan antara komunikasi interpersonal dengan burnout pada karyawan wanita Perusahaan swasta di Kota Balikpapan dengan koefisien korelasi sebesar 0 618 dengan tingkat signifikansi p 0 000 0 05. Sehingga penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan negatif antara komunikasi interpersonal dan burnout pada karyawan wanita perusahaan swasta di Kota Balikpapan. Saran yang diberikan dalam penelitian ini yaitu (1) bagi karyawan wanita karena komunikasi interpersonal masih cukup rendah tentu harus lebih ditingkatkan kembali agar tercipta komunikasi yang efektif (2) burnout yang dimiliki karyawan sudah sangat baik karena dalam kategori rendah tetapi masih ada yang mengalami burnout sehingga perlu dipelajari lebih dalam terkait penyebab burnout dan untuk peningkatan komunikasi interpersonal (3) bagi peneliti selanjutnya dapat menggunakan penelitian ini sebagai referensi untuk mengembangkan penelitian mengenai komunikasi interpersonal dan burnout serta dapat mengembangkan variabel penelitian agar penelitian semakin beragam.