Disertasi
Manajemen penguatan pendidikan karakter siswa dalam pembelajaran PPKn berbasis budaya lokal \"saruma\" studi multi kasus di SMA Negeri 7, SMA Alkhairat, dan SMK Misbahul Aulad Kabupaten Halmahera Selatan / Mohtar Kamisi
Abstrak
Manajemen penguatan pendidikan karakter merupakan kebutuhan vital yang sangat mendesak dan menjadi perhatian diberbagai pihak. Hal ini menunjukkan bahwa ada sesuatu yang kurang dalam pendidikan saat ini. Semua orang setujuh bahwa penguatan pendidikan karakter sangat penting di dalam dunia pendidikan. Semakin gencarnya gesekan dan dorongan dari masyarakat akan pentingnya pendidikan karakter menunjukkan ketidakpuasan akan kualitas pendidikan. Pendidikan karakter dianggap sebagai salah satu jalan keluar defisit pendidikan dewasa ini Dalam perkembangannya budaya lokal sangat berperan untuk mengatasi permasalahan yang sering terjadi di lingkungan masyarakat Kabupaten Halmahera Selatan untuk menjaring budaya asing menajadi perhatian pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Dengan demikian pemerintah pusat dan daerah harus bekerja keras untuk meningkatkan manajemen penguatan pendidikan karakter baik di pusat provinsi dan kabupaten/kota. Pendidikan karakter pada era globalisasi sangat berperan aktif untuk mengatasi krisis moral yang melanda di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia khususnya Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara. Fokus umum dalam penelitian ini adalah tentang manajemen penguatan pendidikan karakter siswa dalam pembelajaran PPKn berbasis budaya lokal ldquo SARUMA rdquo . Secara khusus fokus penelitian ini akan diarahkan pada empat hal berikut (1) nilai-nilai pendidikan karakter siswa dalam pembelajaran PPKn berbasis budaya lokal ldquo SARUMA rdquo yang dikembangkan di sekolah menengah atas Kabupaten Halmahera Selatan. (2) jenis-jenis pendidikan karakter siswa dalam pembelajaran PPKn berbasis budaya lokal ldquo SARUMA rdquo di Kabupaten Halmahera Selatan. (3) bentuk manajemen penguatan pendidikan karakter siswa dalam pembelajaran PPKn berbasis budaya lokal ldquo SARUMA rdquo di sekolah menengah atas Kabupaten Halmahera Selatan. (4) peran kepala sekolah guru stakeholder dalam manajemen penguatan pendidikan karakter siswa dalam pembelajaran PPKn berbasis budaya lokal ldquo SARUMA rdquo di Kabupaten Halmahera Selatan. Provinsi Maluku Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang mengacu pada fenomenologis. rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi multi kasus (multiple case study) Lokasi penelitian ini di tiga sekolah menengah atas (dalam hal ini SMA Negeri 7 SMA Alkhairaat dan SMK Misbahul Aulad Kabupaten Halmahera Selatan. Penentuan lokasi dipilih berdasarkan data sekolah rekomendasi dari pejabat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara dieksploorasi dengan anngket kepada calon informan kunci. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara mendalan observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dua tahap yaitu pertama analisis data individual dilakukan dengan model alir dan tahap kedua dilakukan analisis data lintas kasus. untuk mendapatkan keabsahan data digunakan empat kriteria yaitu derajat kepercayaan (credibility) ketertranferan (transferability) kebergantungan (dependability) dan kepastian (confirmability). Temuan penelitian ini ada empat nilai-nilai karakter. pertama nilai-nilai pendidikan karakter siswa dalam pembelajaran PPKn berbasis budaya lokal ldquo SARUMA rdquo berupa nilai-nilai religius jujur toleransi disiplin kerja keras kreatif mandiri demokrasi rasa ingin tahu semangat kebangsaan cinta tanah air menghargai prestasi bersahabat/komunikatif cinta damai gemar membaca peduli lingkungan peduli sosial dan tanggung jawab. Serta akhlak mulia. Kedua jenis-jenis pendidikan karakter siswa dalam pembelajaran PPKn berbasis budaya lokal ldquo SARUMA rdquo . Meliputi (a) Pendidikan karakter berbasis nilai religius yang merupakan kebenaran wahyu Tuhan.(b) Pendidikan karakter berbasis nilai budaya antara lain budi pekerti adat istiadat (c) pendidikan karakter berbasis lingkungan. (d) pendidikan karakter berbasis potensi diri yaitu sikap pribadi dalam lingkungan keluarga dan masyarakat. Program sekolah perlu ada keterlibatan orang tua siswa melalui komite sekolah dan yayasan untuk membantu kegiatan sekolah berupa kegiatan ekstra kurikuler sarana belajar pondok ramadhan kegitan lomba kinerja atau mutasi personil pelepasan siswa lulusan penerimaan siswa baru program inovatif penyelenggaraan pendidikan penggunaan anggaran serta kehadiran siswa di sekolah. Ketiga bentuk manajemen penguatan pendidikan karakter siswa dalam pembelajaran PPKn berbasis budaya lokal ldquo SARUMA rdquo di sekolah menengah atas. yaitu kepala sekolah guru serta orang tua siswa berperan aktif untuk usaha yang dilakukan dalam mendidik siswa sehingga memiliki karakter yang sesuai dengan nilai-nilai budaya ldquo SARUMA rdquo berupa siswa kelas X menghargai siswa kelas XI XII dan sebaliknya. Masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan selalu menginginkan budaya ldquo SARUMA rdquo dibudayakan seperti moral etika dan akhlak yang mulia sebagai insan berbudaya di bumi ldquo SARUMA rdquo Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara.