Disertasi
Pengaruh praktikum berbantuan virtual laboratory dan self regulated learning terhadap hasil belajar: keterampilan praktik dan pengetahuan kognitif mahasiswa teknik kimia / Yuni Eka Fajarwati
Abstrak
ABSTRAK Fajarwati Yuni Eka 2020. Pengaruh Praktikum Berbantuan Virtual Laboratory (VRL) Dan Self Regulated Learning (SRL) terhadap Hasil Belajar Keterampilan Praktik dan Pengetahuan Kognitif Mahasiswa Teknik Kimia. Disertasi. Program Studi Teknologi Pembelajaran Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Prof. Dr. Punaji Setyosari M.Ed. M.Pd. (2) Dr. Sulton M.Pd (3) Dr. Dedi Kuswandi M.Pd. Kata kunci virtual laboratory self regulated learning hasil belajar ketrampilan praktik hasil belajar pengetahuan kognitif Hasil belajar merupakan salah satu indikator penilaian yang digunakan pendidik untuk mengetahui perubahan yang dialami oleh peserta didik dalam hal sikap dan perbuatan. Hasil belajar diperlukan untuk mengetahui kemampuan dan capaian kompetensi dari peserta didik setelah melewati sebuah proses belajar. Untuk mencapai hasil belajar yang utuh maka diperlukan strategi dalam pembelajaran. Salah satu strategi pembelajaran yang digunakan adalah pembelajaran berbantuan virtual laboratory. Virtual laboratory digunakan sebagai alat bantu dalam pembelajaran Operasi Teknik Kimia atau disebut dengan media pembelajaran agar peserta didik mendapatkan pengetahuan yang utuh. Virtual laboratory merupakan strategi pembelajaran yang digunakan untuk membantu keterbatasan kemampuan peserta didik dalam menerima penjelasan satu arah yang dilakukan oleh pendidik. Hasil belajar masing-masing peserta didik akan berbeda perbedaan ini tergantung pada faktor pendukung (strategi pembelajaran) maupun faktor dari dalam diri peserta didik. Salah satu faktor dalam diri peserta didik adalah rasa bertanggung jawab pada proses belajar atau self-regulated learning. Self-regulated learning merupakan salah satu bentuk dari metakognisi dari diri peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian quasi eksperimen. Eksperimen ini dipilih karena penelitian tidak menggunakan random jadi terdapat dua kelomppk subyek yang telah tersedia apa adanya kelompok eksperimen dan kelompok control telah ditetapkan tidak dipilih secara acak atau random. Design atau rancangan penelitian menggunakan pretest-postest control group design. Kelompok eksperimen adalah kelompok peserta didik yang melakukan praktikum (HOL) dengan berbantuan virtual laboratory sebelum melakukan praktikum di laboratorium sedangkan kelompok kontrol adalah kelompok yang diberikan pengarahan secara langsung (PPT) sebelum melakukan praktikum secara langsung (HOL). Penelitian ini akan dilakukan secara kuantitatif terhadap peserta didik program studi Teknik Kimia sebagai subyek penelitian dikarenakan peggunaan virtual laboratory sangat sesuai dengan kondisi pembelajaran dan self-regulated learning lebih efektif dikembangkan untuk murid yang sudah dewasa (peserta didik). Penelitian kuantitatif dilakukan untuk menghitung dan menyimpulkan hasil penelitian dari sampling yang digunakan. Eksperimen dilakukan selama 1 semester (16 kali pertemuan atau kurang lebih 6 bulan) selama proses pembelajaran dan praktikum berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan (1) hasil belajar keterampilan praktik mahasiswa yang dibelajarkan menggunakan hands-on laboratory dan virtual laboratory dengan self-regulated learning yang berbeda memiliki hasil belajar keterampilan praktik yang berbeda (2) hasil belajar pengetahuan kognitif mahasiswa yang dibelajarkan menggunakan hands-on laboratory dan virtual laboratory dengan self-regulated learning yang berbeda memiliki hasil belajar pengetahuan kognitif yang berbeda (3) hasil belajar keterampilan praktik mahasiswa yang dibelajarkan menggunakan hands-on laboratory dan power point presentation dengan self-regulated learning yang berbeda memiliki hasil belajar keterampilan praktik yang berbeda (4) hasil belajar pengetahuan kognitif mahasiswa yang dibelajarkan menggunakan hands-on laboratory dan power point presentation dengan self-regulated learning yang berbeda memiliki hasil belajar pengetahuan kognitif yang berbeda (5) tidak terdapat interaksi antara praktikum hands-on laboratory dan virtual laboratory praktikum hands-on laboratory dan power point presentation dengan self-regulated learning yang berbeda terhadap hasil belajar keterampilan praktik (6) tidak terdapat interaksi antara praktikum hands-on laboratory dan virtual laboratory praktikum hands-on laboratory dan power point presentation dengan self-regulated learning berbeda terhadap hasil belajar pengetahuan kognitif. Penggunaan media pembelajaran berupa virtual laboratory secara umum memberikan dampak yang positif pada hasil belajar ketrampilan praktik dan hasil belajar pengetahuan kognitif. Berdasarkan nilai rata-rata yang diperoleh maka hasil belajar peserta didik yang menggunakan bantuan virtual laboratory mempunyai nilai yang lebih tinggi dibandingkan yang menggunakan bantuan power point presentation. Self-regulated pada peserta didik juga memberikan dampak terhadap hasil belajar ketrampilan praktik dan hasil belajar pengetahuan kognitif. Harapan di kemudian hari media pembelajaran berupa virtual laboratory dapat dikembangkan lebih baik dan dapat terjangkau untuk seluruh kalangan peserta didik.