Skripsi
Implementasi problem-based learning pada mata pelajaran akuntansi dasar di SMK Negeri 1 Turen / Eka Nadhifatul Ilmi
Abstrak
Kurikulum 2013 merupakan kurikulum yang menekankan penerapan beberapa model pembelajaran salah satunya yaitu model pembelajaran berbasis masalah atau problem-based learning. Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Turen merupakan salah satu pioner penerapan Kurikulum 2013 SMK di Kabupaten Malang. Sebagai salah satu pioner penerapan Kurikulum 2013 SMKN 1 memiliki guru akuntansi yang menerapkan pembelajaran berbasis masalah sebagaimana dianjurkan dalam Kurikulum 2013. Problem-based learning merupakan model pembelajaran yang didasarkan atas teori konstruktivisme. PBL menekankan pada pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Peserta didik membangun pengetahuan berdasarkan pengalaman nyata. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana penerapan problem-based learning oleh guru akuntansi dasar SMKN 1 Turen kendala dalam menerapkan problem-based learning serta dampak penerapan problem-based learning. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang melibatkan beberapa informan sebagai informan utama dan pendukung. Kehadiran peneliti di lapangan sebagai human instrument untuk mengumpulkan data melalui observasi wawancara dan dokumentasi. Data temuan penelitian direduksi dan disajikan untuk ditarik kesimpulan terhadap hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki persepsi terkait permasalahan di dalam problem-based learning sebagai permasalahan kontekstual dan kompleks. Sintaks pembelajaran dengan model PBL yang diterapkan oleh guru tidak keluar dari sintaks ideal PBL. Guru berperan sebagai fasilitator dan mediator dalam proses PBL. Kendala dalam mengimplementasikan PBL yaitu 1) dari internal guru yang mengemban banyak tugas di luar tugas mengajar serta seringnya panggilan guru di jam pembelajaran dan 2) kendala waktu baik dalam perencanaan maupun pelaksanaan PBL. Terkait dampak implementasi PBL PBL berdampak pada 1) meningkatnya kemampuan berkomunikasi 2) memudahkan proses recall suatu materi/konsep 3) memudahkan peserta didik memahami materi dan 4) menstimulus kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik.