Tesis
Pengembangan model pembelajaran bahtsul masail pada mata pelajaran pendidikan pancasila dan kewarganegaraan di MAN 3 Jombang / Ahmad Mufid
Abstrak
Pendidikan adalah sarana usaha sadar dan tersistem dalam mewujudkan cita-cita nasional dalam proses pembelajaran agar peserta didik mampu mengembangkan potensi pengetahuannya secara maksimal dengan mempunyai kecerdasan intelektual dan keterampilan sehingga harus menggunakan proses pembelajaran yang relevan agar berkesinambungan dalam belajarnya. Sehingga perlu adanya sebuah model pembelajaran yang sesuai dengan minat tradisi belajar sehari-harinya. Dalam muatan materi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan kolerasi antara peserta didik dengan pendidik sangat penting termasuk strategi belajarnya. Faktor pendidik sangatlah penting dalam proses pembelajarannya maka saat proses pembelajaran harus menggunakan strategi yang efektif seperti di MAN 3 Jombang dengan melihat komposisi peserta didiknya lebih 80% yang bertempat tinggal di pondok pesantren maka dalam tradisi belajarnya akan banyak sekali dengan hal-hal yang berkaitan dengan pemecahan masalah seperti tradisi Bahtsul Masail Tradisi tersebut sangat efektif jika digunakan di dalam proses pembelajaran mata pelajaran umum khususnya kaena mampu menjadi daya tarik peserta didik untuk belajar sebelum waktunya dengan mencari kasus-kasus materi dan rujukan serta melatih peserta didik untuk pro dan kontra terhadap jawaban yang muncul dengan berlandaskan sesuai dasar hukum yang dapat dipertanggungjawabkan. Tujuan dari penelitian ini adalah memperoleh gambaran pola belajar pada mata pelajaran PPKn yang sesuai dengan tradisi peserta didik yang belajar di sekoalah formal dan bertempat tinggal di lingkungan pondok pesantren. Metode yang digunakan pada penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan (Developmental Research) yang bertujuan untuk mengembangkan suatu produk dan memvalidasi produk yang telah dikembangkan. Pada metode penelitiannya menggunakan modifikasi dari pengembangan model 4-D yang dikembangkan oleh S. Thiagarajan meliputi Define (Pendefinisian) Design (Perancangan) dan Develop (Pengembangan) Tahap Define atau pendefinisian meliputi berbagai proses pelaksanaan yang terdiri atas beberapa langkah meliputi a. analisis kurikulum b. analisis kebutuhan c. analisis peserta didik d. analisis model e. analisis tujuan pembelajaran. Selanjutnya tahap Design ini meliputi beberapa proses diantaranya meliputi a. penyususunan tes b. pemilihan model c. pemilihan format d. desain awal. Kemudian tahap berikutnya adalah Develop yang dihasilkan setelah tahap define dan design sehingga pada tahap develop ini dijabarkan sebagai berikut meliputi a. hasil validasi ahli b. hasil uji coba instrument penelitian c. hasil uji coba Berdasarkan hasil uji coba pelaksanaan model pembelajaran di analisis dengan uji beda dilakukan dengan menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test hasil yang dapat diketahui dari nilai rata-rata pretest dari 23 peserta didik adalah 80 87 sedangkan hasil dari posttest adalah 92 39 Karena nilai signifikansi sebesar 0.000 kurang dari 0.05 maka ada perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest. Kesimpulannya menunjukkan bahwa model pembelajaran Bahtsul Masail ini sangatlah efektif dengan pola belajar peserta didik di MAN 3 Jombang karena model pembelajaran yang digunakan sesuai dengan tradisi kebiasaan sehari-harinya sehingga mampu menjadi daya tarik semua peserta didik untuk saling mengembangkan kemampuannya masing-masing sehingga proses belajarnya akan tercipta secara maksimal.