Skripsi
Studi busana pengantin adat Malang Keputren / Farizka Alfirdauzi
Abstrak
RINGKASAN Farizka Alfirdauzi. 2020. Studi Busana Pengantin Adat Malang Keputren. Skripsi Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Nur Endah Purwaningsih M.Pd. (II) Dra. Hapsari Kusumawardani M.Pd. Kata Kunci busana pengantin adat malang keputren Kebudayaan merupakan cerminan kelakuan dan karya manusia yang memberikan sumbangan bagi terwujudnya suatu gaya hidup yang memiliki kekhasan. Busana adalah segala sesuatu yang dikenakan dari ujung kepala hingga ujung kaki. Busana tradisional merupakan salah satu unsur kebudayaan yang dihasilkan melalui pemikiran manusia. Perwujudannya tidak lepas dari rangkaian pesan yang akan disampaikan kepada para anggota masyarakat melalui bentuk motif dan lambang yang dikenal dalam tradisi masyarakat secara turun-temurun. Salah satunya adalah busana pengantin adat Malang Keputren. Kurangnya informasi tentang makna dan simbol perlambang dari busana Pengantin Malang Keprabon menyebabkan kurangnya pengetahuan masyarakat tentang busana Pengantin Adat Malang yang berdampak busana tersebut jarang dikenakan dan tidak dilestarikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui secara mendalam makna dan melestarikan busana pengantin adat Malang Keputren. Data dalam penelitian ini diperoleh dari hasil observasi wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kebaya Pengantin Malang Keputren banyak mengambil makna dari Kerajaan Singosari. Dimulai dari selendang nawang yang mengambil cerita dari kisah Ken Dedes. Jamang padma mengambil gambar dari relief candi singosari. Begitupun dengan aksesoris lainnya seperti bros dan kalung juga menggunakan motif bunga padma. Bunga padma adalah bunga teratai yang menjadi simbol bunga suci bagi Kerajaan Singosari. Bunga ini merupakan bunga yang diduduki oleh Ken Dedes. Setiap pemilihan warna kain dan motif memiliki makna tersendiri seperti Kebaya pengantin wanita Malang Keputren berwarna hitam yang terbuat dari kain bludru yang memiliki simbol keagungan kecantikan keanggunan dan keluwesan. Dihiasi dengan bordiran warna emas yang menandakan kasta yang tinggi. Berdasarkan penelitian ini disarankan kepada pembaca khususnya yang berada di Kota/Kabupaten Malang agar turut serta melestarikan kebudayaan Malang salah satunya adalah Busana Pengantin Adat Malang Keputren. Serta mengenalkannya agar lebih banyak lagi yang mengetahui Busana Pengantin Adat Malang Keputren. Kepada peneliti selanjutnya diharapkan dapat dijadikan bahan referensi dalam rangka melaksanakan penelitian sejenis namun pada pokok bahasan yang berbeda.