Skripsi
Implementasi job safety analysis terhadap kemampuan siswa dalam mengidentifikasi risiko kecelakaan kerja pada mata pelajaran produktif di jurusan teknik pemesinan SMKN 3 Boyolangu Tulungagung / Aris Setiawan
Abstrak
Kesehatan dan keselamatan kerja (K3) merupakan upaya untuk menciptakan suasana kerja yang aman nyaman dan mencapai tujuan yaitu produktifitas setinggi ndash tingginya. Pada penelitian ini alat yang digunakan untuk menanggulangi kecelakaan kerja adalah Job Safety Analisis. Job Safety Analisis (JSA) merupakan alat yang efisien untuk penilaian risiko kecelakaan kerja agar dapat mengendalikan risiko kecelakaan kerja di tempat kerja. JSA bertujuan untuk mengurangi risiko kecelakaan kerja yang ada di tempat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan antara pola pembelajaran tutorial mandiri dan informal terhadap kemampuan siswa dalam mengidentifikasi risiko kecelakaan kerja pada mata pelajaran produktif di Jurusan Teknik Pemesinan SMKN 3 Boyolangu. Model penelitian yang digunakan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam mengidentifikasi risiko kecelakaan kerja pada mata pelajaran produktif di Jurusan Teknik Pemesinan SMKN 3 Boyolangu adalah kuantintatif deskriptif. Instrument yang digunakan untuk penelitian ini adalah tes objektif dengan bentuk pilihan ganda yang berjumlah 25 butir. Teknik analisis data menggunakan anava satu jalur untuk membedakan hasil antara pola pembelajaran tutorial mandiri dan informal yang bertujuan mengetahui kemampuan siswa dalam mengidentifikasi risiko kecelakaan kerja pada mata pelajaran produktif di Jurusan Teknik Pemesinan SMKN 3 Boyolangu menggunakan JSA. Hasil penelitian menunjukan Berdasarkan hasil penelitian analisis data maka dapat diperoleh kesimpulan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara pola pembelajaran tutorial dengan pola pembelajaran mandiri pola pembelajaran tutorial dengan pola pembelajaran informal dan pola pembelajaran mandiri dan informal. Dari hasil pengujian analisis data diperoleh nilai tertinggi adalah pola pembelajaran tutorial. Pola pembelajaran memiliki nilai rata ndash rata sebesar 20 dari 35 siswa sedangkan pola pembelajaran mandiri dan pola pembelajaran informal sebesar 18 4 dan 15 8. Jadi kesimpulan dari penelitian ini kemampuan siswa dalam mengidentifikasi risiko kecelakaan kerja dengan menggunakan metode JSA sangat bagus menggunakan pola pembelajaran tutorial. Pola pembelajran tutorial ini guru penerangkan secara langsung materi tentang JSA menggunakan media pembelajaran. Siswa juga mampu mengidentifikasi risiko kecelakaan kerja dengan menjawab soal tes objektif yang diberikan oleh guru. Selain menerima materi tentang JSA siswa juga dapat mengidentifikasi risiko kecelakaan kerja secara langsung menggunakan JSA.