Skripsi
Penanganan perilaku agresif siswa tunagrahita jenjang SMPLB di SLB Putra Jaya Malang / Elisabeth Dian Purborani
Abstrak
Siswa tunagrahita mengalami kekurangan dalam penyesuaian sosial dan mengalami hambatan dalam perkebangan perilaku dan emosionalnya yang akan memicu timbulnya perilaku agresif. Pengamatan awal pada penelitian yang dilakukan di SLB Putra Jaya Malang menunjukkan ada beberapa siswa yang melakukan perilaku agresif seperti memukul mendorong dan melempar barang. Setelah itu guru di sekolah ada yang melerai dan memisahkan mereka terlebih dahulu ada juga guru yang menasehati tentang buruknya perilaku agresif siswa tersebut dan terakhir mereka disuruh untuk meminta maaf. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan secara menyeluruh tentang Penanganan Perilaku Agresif Siswa Tunagrahita Jenjang SMPLB Di SLB Putra Jaya Malang meliputi pemahaman perilaku agresif bentuk perilaku agresif penyebab perilaku agresif dan penanganan perilaku agresif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Lokasi penelitian dilakukan di SLB Putra Jaya Malang. Proses pengumpulan data menggunakan metode wawancara observer partisipan dan dokumentasi. Narasumber dalam penelitian ini terdiri dari orang tua kepala sekolah wali kelas VII wali kelas VIII dan pembantu sekolah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku agresif adalah suatu tindakan negatif yang dilakukan siswa sehingga menyakiti orang di sekitarnya baik secara verbal maupun nonverbal atau fisik. Bentuk perilaku agresif verbal seperti mengejek membentak berkata kasar mengancam menggerutu dan bergunjing. Bentuk perilaku agresif nonverbal atau fisik seperti melempar memukul mendorong berkelahi dan menghentakkan kaki. Adapun penyebab perilaku agresif adalah dijaili temannya diejek diganggu merasa iri hati permintaan tidak dituruti dibentak mendapat barang yang siswa tidak suka dan suhu udara yang tinggi atau panas. Lalu penanganan yang diberikan yaitu menasehati secara berulang-ulang memberi penjelasan mengenai perilaku yang baik dan buruk dilerai mencontohkan rasa sakit jika dipukul dan menyuruh meminta maaf.