Skripsi
Nilai-nilai kearifan lokal dalam tradisi larung sembonyo di pantai prigi Desa Tasikmadu Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek / Yolanda Erika Sari
Abstrak
RINGKASAN Sari Yolanda Erika. 2020.Nilai-Nilai Kearifan Lokal dalam Tradisi Larung Sembonyo di Desa Tasikmadu Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek Program StudiPendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. H. Edi Suhartono SH M.Pd. (II) Dr. Siti Awaliyah S.Pd. SH. M.Hum Kata kunci Nilai-Nilai Kearifan Lokal Tradisi Larung Sembonyo Negara Indonesia merupakan negara yang terdiri dari berbagai suku bangsa setiap suku bangsa mempunyai tradisi yang merupakan warisan dari para leluhur. Tradisi merupakan warisan yang harus dijaga dan dilestarikan serta aspek yang dapat diekspresikan melalui kebiasaan-kebiasaan tidak tertulis pantangan-pantangan dan sanksi. Salah satu dari tradisi kebiasaan masyarakat adalah pelaksanaan tradisi Larung Sembonyo di Pantai Prigi Desa Tasikmadu Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek yang di dalamnya terdapat nilai-nilai kearifan lokal yang sangat tinggi. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan tiga hal yaitu 1) Untuk mengetahui pelaksanaan tradisi Larung Sembonyo di Pantai Prigi Desa Tasikmadu Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek 2)Untuk mengetahui nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam tradisi Larung Sembonyo di Pantai Prigi Desa Tasikmadu Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek 3) Untuk mengetahui kendala yang terjadi dalam pelaksanaan di Pantai Prigi Desa Tasikmadu Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek 4) Untuk mengetahui upaya masyarakat dalam mengembangkan nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam tradisi Larung Sembonyo di Pantai Prigi Desa Tasikmadu Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian bertindak sebagai instrumen utama yaitu sebagai pelaksana pengamat dan sebagai pengumpul data. Lokasi yang dijadikan dalam melakukan penelitian adalah Desa Tasikamadu Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek. Adapun sumber data dalam penelitian ini yaitu informan yang meliputi juru kunci aparat pemerintah desa panitia tradisi Larung Sembonyo dan masyarakat Desa Tasikmadu. Peristiwa yang menjadi fokus utama adalah proses pelaksanaan tradisi Larung Sembonyo dan dokumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah catatan harian sejarah kehidupan ceritera biografi dan arsip desa. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan observasi wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan tiga tahap yaitu reduksi data penyajian data penarikan kesimpulan dan verifikasi. Untuk menjaga keabsahan data peneliti melakukan peningkatan ketekunan pengamatan dan triangulasi. Hasil penelitian menjelaskan bahwa 1) pelaksanaan tradisi Larung Sembonyo ini dilakukan dengan melarungkan sesaji menuju ke laut bebas sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT serta untuk mendoakan leluhur yang telah membuka kawasan Teluk Prigi. 2) Nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung pada tradisi Larung Sembonyo adalah sebagai berikut a) nilai gotong royong b) nilai religius c) nilai persatuan d) nilai seni dan keindahan e) nilai kedisiplinan f) nilai kekerabatan g) nilai toleransi. 3) Kendala dalam pelaksanaan tradisi Larung Sembonyo ini yaitu kendala waktu pelaksanaan dan tidak dilaksanakannya kegiatan-kegiatan pendukung seperti halnya kesenian wajib yaitu tayuban jaranan wayangan. Kendala ini disebabkan karena adanya Covid-19. Akan tetapi kendala tersebut tidak sedikitpun mengurangi kesakralan dari pelaksanaan tradisi Larung Sembonyo. 4) Upaya yang telah dilakukan oleh masyarakat Desa Tasikmadu untuk melestarikan nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam tradisi Larung Sembonyo yaitu menerapkan nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari mengedukasi kepada anak-anak khususnya generasi muda memberikan informasi kepada masyarakat luar daerah melalui sosial media dan upaya kedepan yang akan dilakukan oleh masyarakat yaitu dengan menulis buku tentang tradisi Larung Sembonyo. Diharapkan dengan dukungan dari berbagai pihak dalam menunjang perkembangan tradisi Larung Sembonyo diantaranya yaitu 1) Bagi masyarakat hendaknya turut serta menjaga dan melestarikan tradisi Larung Sembonyo. 2) Tradisi Larung Sembonyo di dalamnya terdapat nilai-nilai kearifan lokal oleh karena itu digunakan sebagai pelajaran dalam kehidupan masyarakat. 3) Tradisi Larung Sembonyo digunakan sebagai sara promosi oleh pemerintah daerah khususnya di bidang kepariwisataan dan keudayaan. 4) Peemerintah setempat hendaknya lebih meningkatkan upaya melestarikan tradisi Larung Sembonyo.