Skripsi
Pengembangan multimedia interaktif mobile learning materi bakteri untuk melatih kemampuan literasi sains siswa kelas X SMA Negeri 4 Malang / Merinda Oktaviana
Abstrak
Literasi sains merupakan kemampuan seseorang dalam mengetahui pengetahuan sains serta menggunakan pemahaman tersebut untuk diterapkan dalam memecahkan suatu permasalahan yang ditemui di kehidupan sehari-hari. Literasi sains adalah kemampuan untuk terlibat dengan masalah yang ber-hubungan dengan ilmu pengetahuan dan dengan gagasan ilmu pengetahuan sebagai warga reflektif. Seseorang yang berliterasi sains bersedia untuk terlibat dalam wacana beralasan tentang ilmu pengetahuan dan teknologi yang mem-butuhkan kompetensi untuk menjelaskan fenomena secara ilmiah mengevaluasi dan mendesain penyelidikan ilmiah dan menafsirkan data dan bukti ilmiah. Peringkat Indonesia pada survei yang dilakukan oleh Progamme for International Student Asesment (PISA) pada tahun 2012 berada pada peringkat 64 dari 65 negara dengan mendapat skor 382 pada kategori sains. Pada tahun 2015 berada pada peringkat 64 dari 72 negara dengan adanya peningkatan skor 403 pada kategori sains dan pada tahun 2018 berada pada peringkat 74 dari 79 negara dengan mengalami penurunan skor yaitu menjadi 396 pada kategori sains. Kemampuan literasi sains siswa SMA Negeri 4 Malang masih rendah karena respon siswa dalam menjawab suatu pertanyaan untuk menjelaskan fenomena belum memenuhi aspek pada literasi sains. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan suatu multimedia interaktif Mobile Learning yang valid praktis dan efektif untuk melatih kemampuan literasi sains siswa kelas X SMA Negeri 4 Malang. Model penelitian dan pengembangan multimedia interaktif Mobile Learning ini menggunakan model Research and Development yang mengadaptasi model pengembangan William W. Lee dan Diana L. Owens (2004). Tahapan pengembangan dalam model Lee dan Owens adalah (1) Assesment/analysis (2) Design (3) Development (4) Implementation dan (5) Evaluation. Hasil penelitian dan pengembangan ini adalah diperoleh nilai 97 8% pada validasi ahli media yang merupakan kategori sangat valid. Media dikatakan sangat valid maka secara keseluruhan komponen yang disajikan dalam multimedia interaktif Mobile Learning ini sangat layak digunakan dalam proses belajar mengajar baik dari segi desain/struktur maupun dari segi Bahasa. Memperoleh nilai 100% pada validasi ahli materi yang merupakan kategori sangat valid. Suatu materi yang terdapat pada media dikatakan sangat valid maka materi yang terdapat pada multimedia telah sangat sesuai dengan tingkat pengetahuan siswa dan sudah mengacu pada tuntutan Kompetensi Dasar 3.5 dan 4.5 mengenai materi bakteri dengan benar. Memperoleh rerata nilai 94% pada validasi ahli assesmen yang merupakan kategori sangat valid. Data hasil uji coba lapangan dari penelitian dan pengembangan yang telah dilakukan dengan peneliti adalah sebagai pengajar selama dua kali pertemuan menghasilkan nilai uji kepraktisan oleh siswa sebesar 84 42% yang merupakan kategori sangat praktis. Kategori ini menunjukkan bahwa multimedia interaktif mobile learning dikatakan menarik dan mudah digunakan dalam proses pem-belajaran Hasil uji kepraktisan oleh guru (praktisi lapangan) memperoleh nilai 100% yang merupakan kategori sangat praktis. Berdasarkan rerata persentase diketahui bahwa instrumen literasi sains yang dikembangkan mempunyai kriteria sangat praktis digunakan dalam pembelajaran pada ranah ketentuan pembuatan soal baik pilihan ganda maupun uraian ranah materi konstruksi dan bahasa Nilai uji keefektifan pada penelitian ini memperoleh nilai N-gain yaitu sebesar 16 74 yang termasuk kategori rendah (efektif rendah). Kurangnya pengetahuan siswa epistemik siswa pada materi bakteri menyebabkan penggunaan multimedia interaktif Mobile Learning memberikan keefektifan yang rendah.