Skripsi
Pengaruh penambahan bakteri selulotik dan bakteri penambat nitrogen terhadap pertumbuhan chlorella vulgaris dalam co-culture alga-bakteri / Vitri Alfia Nur Aini
Abstrak
RINGKASAN Aini Vitri Alfia Nur. 2020. Pengaruh Penambahan Bakteri Selulolitik dan Bakteri Penambat Nitrogen terhadap Pertumbuhan Chlorella vulgaris dalam Co-culture Alga-Bakteri. Skripsi Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Sitoresmi Prabaningtyas S.Si M.Si. (II) Agung Witjoro S.Pd M.Kes. Kata Kunci Co-culture Chlorella vulgaris Bakteri Selulolitik Bakteri Penambat Nitrogen Energi telah menjadi kebutuhan penting bagi kehidupan manusia terutama di bidang industri transportasi maupun rumah tangga. Penggunaan energi di Indonesia masih didominasi oleh energi fosil seperti minyak bumi dan batu bara. Total energi primer Indonesia pada tahun 2018 (tanpa biomassa) dengan pasokan terbesar berasal dari 39% minyak 33% batubara dan 20%. Bahan bakar fosil adalah sumber energi yang tidak dapat diperbarui dan sumber daya yang terbatas. Oleh karena itu sumber energi terbarukan tambahan harus dipertimbangkan. Salah satu biofuel yang digunakan di Indonesia adalah biodiesel. Mikroalga Chlorella vulgaris dapat menghasilkan 8200 L/ha/tahun biodiesel. Penerapan kultur antara mikroalga dan mikroorganisme yang terkontrol diperlukan untuk meningkatkan biomassa alga karena adanya pertukaran nutrisi antara mikroalga dan bakteri. Oksigen fotosintesis dan karbon organik dapat digunakan oleh bakteri sedangkan bakteri menyediakan vitamin dan nitrogen untuk mikroalga. Bakteri penambat nitogen dapat mengubah nitrogen bebas di atmosfer menjadi amonium menggunakan enzim nitrogenase. Nitrogen digunakan untuk membangun komponen sel alga seperti bahan genetik enzim protein hormon maupun vitamin. Mikroalga memiliki dinding sel berkisar antara 4-7% dalam bentuk selulosa. Sel mikroalga yang telah mati dapat didegradasi oleh bakteri. Bakteri selulolitik dapat menghidrolisis selulosa menjadi glukosa menggunakan enzim selulase. Glukosa digunakan sebagai sumber karbon untuk meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas sel. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan bakteri selulolitik dan bakteri penambat nitrogen terhadap pertumbuhan Chlorella vulgaris dalam co-culture alga-bakteri. Jenis penelitian adalah eksperimental non-faktorial dengan 4 taraf perlakuan dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan meliputi penambahan bakteri (bakteri selulolitik dan bakteri penambat nitrogen) dengan 5 ulangan. Variabel yang diukur adalah jumlah sel Chlorella vulgaris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan Chlorella vulgaris tertinggi diperoleh pada perlakuan co-culture yang ditambahkan campuran bakteri selulolitik dan bakteri penambat nitrogen. Pemberian campuran kedua bakteri tersebut di dalam media kultur efektif meningkatkan pertumbuhan Chlorella vulgaris.