Tugas Akhir
Perbandingan pengukuran beda tinggi menggunakan alat ukur pesawat penyipat datar dengan theodolite digital / Willy Candra Permadi
Abstrak
Pengukuran beda tinggi dapat diartikan sebagai beda tinggi antara dua titik dipermukaan bumi yaitu jarak antara dua bidang Nivo yang masing-masing melalui kedua titik tersebut. Pengukuran beda tinggi antara dua titik dapat ditentukan dengan 3 cara antara lain Pengukuran beda tinggi dengan cara Barometris dengan cara Trigonometris dan dengan cara Sipat Datar. Alasan peneltian ini adalah pengukuran beda tinggi terbaik menggunakan Pesawat Penyipat Datar (PPD) tetapi apabila di daerah tersebut hanya terdapat Pesawat Theodolite akan diteliti apakah Theodolite dapat menggantikan PPD. Metode pengukuran beda tinggi yang digunakan ialah metode pengukuran sipat datar. Pengukuran yang dilakukan pada metode pengukuran ini adalah dengan mengukur profil memanjang dan melintang menggunakan PPD dan menggunakan Theodolite. Hasil pengukuran digunakan untuk menghitung volume galian dan timbunan Hasil perhitungan volume galian dan timbunan hasil pengukuran PPD dibandingkan dengan hasil Theodolite. Data pengukuran yang diperoleh antara pengukuran menggunakan PPD dan Theodolite akan dibandingkan ketelitiannya perbandingan pertama adalah dengan membandingkan selisih hasil beda tinggi dan yang kedua adalah menggunakan metode Independent T Test dengan memakai program IBM SPSS Statistics 23. Hasil perbandingan ketelitian yang diperoleh antara PPD dan Theodolite dengan menggunakan metode selisih hasil dan metode Independent T Test dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara pengukuran beda tinggi menggunakan PPD dengan Thedolite.