Skripsi
Implementasi program sekolah sahabat keluarga di PAUD Terpadu Anak Saleh Lowokwaru Kota Malang / Annisa Dzikri Zahrani
Abstrak
Keterlibatan keluarga pada berbagai kegiatan sekolah anak menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan oleh orangtua di berbagai jenjang pendidikan khususnya pada jenjang PAUD. Pemerintah menyelenggarakan program Sekolah Sahabat Keluarga (SSK) sebagai bentuk apresiasi pemerintah kepada satuan pendidikan yang telah melibatkan keluarga pada proses pembelajaran anak di sekolah. Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga menggagas program SSK berdasarkan pada studi dampak program pendidikan dan pengembangan anak usia dini di 50 kabupaten tertinggal yang menunjukkan bahwa intensitas dukungan keluarga berpengaruh dapat meningkatkan pencapaian perkembangan anak usia dini (usia 0-6 tahun). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi program Sekolah Sahabat Keluarga di PAUD Terpadu Anak Saleh Kota Malang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Sumber data yang diperoleh oleh peneliti berasal dari hasil wawancara FGD (Foccus Group Discussion) dan studi dokumentasi berdasarkan dokumen-dokumen yang ada wawancara dilakukan kepada Kepala Sekolah PAUD Terpadu Anak Saleh dan Wakil Kepala Sekolah sedangkan FGD Online dilaksanakan bersama dengan Kepala Sekolah Wakil Kepala Sekolah PAUD Terpadu Anak Saleh dan guru-guru PAUD Terpadu Anak Saleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PAUD Terpadu Anak Saleh menyelenggarakan seluruh kegiatan yang menjadi persyaratan program Sekolah Sahabat Keluarga (SSK) yaitu pengadaan paguyuban orangtua(POMG) pelaksanaan kegiatan kelas orangtua penyelenggaraan pentas akhir tahun pelaksanaan kegiatan jajanan sehat penyelenggaraan kegiatan Green School dan pelaksanaan kegiatan sekolah ramah anak. Dukungan yayasan PAUD Terpadu Anak Saleh untuk memfasilitasi program Sekolah Sahabat Keluarga (SSK) komitmen guru untuk mensukseskan setiap kegiatan dan antusias orangtua walimurid untuk berpartisipasi dan selalu mendukung kegiatan keterlibatan keluarga menjadi faktor pendukung terselenggaranya kegiatan-kegiatan akan tetapi penyesuaian waktu pelaksanaan kegiatan dengan orangtua yang bekerja menjadi hambatan dalam mengimplementasikan program Sekolah Sahabat Keluarga (SSK).